iPhone 18 Pro Langsung Tempati Peringkat Kedua Kamera Terbaik DXOMARK

iPhone 18 Pro Langsung Tempati Peringkat Kedua Kamera Terbaik DXOMARK
Illustrasi Gambar Dibuat oleh AI — BeritaBogor.com

BeritaBogor.com - iPhone 18 Pro langsung mencuri perhatian di sektor fotografi tidak lama setelah Apple memasarkannya pada September 2026. Smartphone flagship terbaru itu kini menempati posisi kedua dalam daftar kamera smartphone terbaik versi DXOMARK dengan skor keseluruhan 172.

Pencapaian tersebut membuat iPhone 18 Pro hanya terpaut tiga poin dari Huawei Pura 80 Ultra, yang masih memimpin ranking global dengan skor 175. Sementara itu, vivo X300 Pro berada tepat di bawah iPhone dengan skor 171.

Hasil tersebut terbilang cepat mengingat iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max baru diumumkan Apple pada 9 September 2026. Pemesanan awal dibuka pada 12 September dan perangkat mulai tersedia di pasar pada 18 September 2026.

Berdasarkan pengujian DXOMARK, iPhone 18 Pro memperoleh nilai tinggi berkat kombinasi kualitas foto, kemampuan video, stabilisasi, reproduksi detail, hingga peningkatan kamera utama dengan sistem bukaan lensa variabel.

DXOMARK mencatat kamera iPhone 18 Pro mampu menghasilkan eksposur yang akurat pada berbagai kondisi, rentang dinamis luas, detail yang baik, serta pengendalian noise yang kuat ketika digunakan di lingkungan minim cahaya.

Tiga Kamera Belakang Kini Sama-sama 48 MP

Apple melakukan perubahan cukup besar pada sistem kamera iPhone 18 Pro.

Berdasarkan spesifikasi resmi Apple, perangkat tersebut membawa sistem 48MP Pro Fusion yang terdiri dari kamera utama, ultra-wide, dan telefoto yang semuanya menggunakan resolusi 48 MP.

Kamera utama atau Fusion Main memiliki panjang fokus setara 24 mm dan membawa salah satu fitur baru paling penting pada generasi ini, yaitu variable aperture.

Bukaan lensanya dapat bekerja pada f/1.48, f/1.8, f/2.8 hingga f/4.0. Kamera tersebut juga didukung sensor-shift optical image stabilization generasi kedua serta kemampuan menghasilkan foto beresolusi 24 MP maupun 48 MP.

Untuk kamera ultra-wide, Apple menggunakan sensor 48 MP dengan panjang fokus setara 13 mm, aperture f/2.2 dan sudut pandang 120 derajat.

Sementara kamera Fusion Telephoto memiliki resolusi 48 MP, panjang fokus setara 100 mm atau pembesaran 4x, aperture f/2.8, sistem tetraprism, autofocus serta 3D sensor-shift optical image stabilization.

Kamera telefoto tersebut juga memungkinkan pembesaran berkualitas optik hingga 8x pada panjang fokus setara 200 mm. Secara digital, iPhone 18 Pro mendukung zoom hingga 40x.

Kemampuan pemrosesan foto dan video ditopang chip A20 Pro. Apple membekalinya dengan CPU enam inti, GPU tujuh inti dengan Neural Accelerators serta Dual 16-core Neural Engine untuk menangani berbagai beban komputasi dan kecerdasan buatan.

DXOMARK mencantumkan konfigurasi perangkat yang diuji dengan RAM 12 GB. Namun, Apple sendiri tidak mencantumkan kapasitas RAM dalam lembar spesifikasi resmi produknya.

Variable Aperture Jadi Perubahan Besar

Salah satu pembaruan paling menarik pada kamera iPhone 18 Pro adalah penggunaan variable aperture atau bukaan lensa yang dapat berubah.

Selama beberapa generasi, kamera utama iPhone mengandalkan aperture tetap. Pada iPhone 18 Pro, Apple untuk pertama kalinya memungkinkan bukaan kamera utama disesuaikan dengan kondisi pengambilan gambar.

Apple menyediakan empat pilihan aperture, yaitu f/1.48, f/1.8, f/2.8 dan f/4.0. Sistem tersebut dapat bekerja secara otomatis berdasarkan pencahayaan dan kebutuhan ruang tajam, tetapi pengguna juga memperoleh kontrol manual melalui fitur Pro Controls.

Manfaatnya cukup terasa ketika pengguna mengambil foto beberapa orang dalam satu frame.

Aperture yang lebih kecil dapat memperluas depth of field sehingga lebih banyak objek pada kedalaman berbeda tetap berada dalam area fokus. Sebaliknya, bukaan yang lebih besar dapat digunakan untuk menangkap lebih banyak cahaya sekaligus menghasilkan kedalaman ruang yang lebih dangkal.

Dalam pengujiannya, DXOMARK turut menyoroti variable aperture sebagai salah satu kekuatan iPhone 18 Pro, khususnya ketika mengambil foto grup. Sistem tersebut membantu menjaga lebih banyak wajah berada dalam fokus sekaligus memberikan kontrol tambahan bagi pengguna yang ingin mengatur hasil foto secara manual.

Apple bahkan menyediakan kontrol kamera yang lebih mendalam dibanding generasi sebelumnya, termasuk pengaturan aperture, shutter speed, white balance, serta histogram untuk membantu memantau eksposur.

Tak Ada Lagi Kamera 12 MP pada Tiga Lensa Utama

Peningkatan lainnya terlihat dari upaya Apple menyetarakan resolusi tiga kamera belakang utama.

Kamera wide, ultra-wide dan telephoto kini sama-sama menggunakan sensor 48 MP. Langkah tersebut membuat perbedaan resolusi antara kamera utama dengan kamera pendamping menjadi semakin kecil.

Pada penggunaan sehari-hari, konfigurasi itu memungkinkan pengguna mendapatkan tingkat detail tinggi ketika berpindah dari kamera utama ke ultra-wide maupun telefoto.

Meski demikian, resolusi sensor bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas gambar. Ukuran sensor, karakter lensa, pemrosesan gambar, stabilisasi serta algoritma computational photography tetap memberikan pengaruh besar terhadap hasil akhir.

Hasil pengujian DXOMARK juga menunjukkan bahwa kekuatan setiap kamera iPhone 18 Pro tidak sepenuhnya sama.

Untuk kategori telefoto, misalnya, iPhone 18 Pro memperoleh skor 143 dan masih berada di bawah sejumlah flagship yang lebih berorientasi pada kemampuan zoom jarak jauh. DXOMARK bahkan mencatat performa zoom jarak jauh sebagai salah satu kekurangan perangkat tersebut dibandingkan beberapa pesaingnya.

Kamera Low-Light Jadi Salah Satu Kekuatan

Kemampuan mengambil gambar pada kondisi minim cahaya menjadi salah satu area yang mendapat peningkatan pada iPhone 18 Pro.

Kamera utama 48 MP dengan bukaan maksimum f/1.48 memungkinkan lebih banyak cahaya mencapai sensor ketika kondisi lingkungan gelap.

DXOMARK menilai iPhone 18 Pro mampu mempertahankan detail, eksposur dan pengendalian noise dengan baik dalam berbagai kondisi pencahayaan. Hasil foto malam menjadi salah satu kekuatan yang disorot dalam pengujian perangkat tersebut.

Pemrosesan foto Apple juga berperan penting.

iPhone 18 Pro tetap menggunakan teknologi seperti Photonic Engine, Deep Fusion dan Smart HDR 5, sementara sistem kamera barunya menawarkan Photographic Styles generasi terbaru serta kemampuan ProRAW.

Namun, kamera tersebut bukan tanpa kekurangan.

DXOMARK menemukan adanya sedikit pergeseran warna dan white balance dalam kondisi tertentu. Flare juga masih dapat terlihat pada beberapa situasi pemotretan, sementara performa telefoto jarak jauh belum menjadi yang terbaik di kelas flagship.

Video Justru Jadi Senjata Utama iPhone 18 Pro

Jika fotografi membuat iPhone 18 Pro berada di papan atas, performa videonya menjadi salah satu bagian paling menonjol.

DXOMARK memberikan skor video 176 kepada iPhone 18 Pro. Angka itu menjadi skor tertinggi dalam kategori video pada hasil pengujian DXOMARK saat ini.

Stabilisasi dinilai mampu menghasilkan rekaman yang halus dan natural, termasuk ketika pengguna bergerak atau berlari.

Perpindahan fokus dan pengelolaan gerakan juga menjadi bagian yang membantu iPhone mempertahankan karakter video yang konsisten.

Secara resmi, Apple membekali iPhone 18 Pro dengan kemampuan merekam 4K Dolby Vision hingga 60 fps pada penggunaan umum, sementara kamera utama mendukung frame rate hingga 120 fps dalam mode tertentu.

Untuk pengguna profesional, tersedia pula perekaman ProRes hingga 4K 120 fps menggunakan media penyimpanan eksternal, ProRes RAW, Apple Log 2, Academy Color Encoding System serta dukungan Genlock.

Apple juga meningkatkan Cinematic Mode hingga 4K Dolby Vision 60 fps dan menyediakan efek Cinematic yang dapat diterapkan setelah video direkam.

Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa Apple masih menempatkan kemampuan video sebagai salah satu pembeda utama iPhone kelas Pro.

Huawei Masih Bertahan di Posisi Pertama

Meski peningkatannya cukup besar, skor 172 belum cukup untuk membawa iPhone 18 Pro ke posisi puncak ranking kamera DXOMARK.

Huawei Pura 80 Ultra masih memimpin dengan skor keseluruhan 175. Smartphone tersebut memperoleh nilai tinggi terutama pada fotografi utama, portrait, ultra-wide, serta kemampuan telefoto.

Posisi berikutnya ditempati iPhone 18 Pro dengan 172, kemudian vivo X300 Pro dengan skor 171.

Menariknya, karakter ketiga perangkat tersebut berbeda. Huawei unggul pada skor kamera keseluruhan, sementara iPhone 18 Pro mencatat performa sangat kuat pada video dan pengambilan gambar dengan variable aperture.

Masuknya iPhone 18 Pro ke posisi kedua hanya beberapa hari setelah perangkat mulai tersedia secara komersial menunjukkan perubahan kamera menjadi salah satu peningkatan paling signifikan pada generasi iPhone tahun ini.

Variable aperture, tiga kamera 48 MP, peningkatan stabilisasi serta pemrosesan melalui A20 Pro membuat sistem kamera iPhone semakin mendekati pendekatan kamera profesional.

Namun, hasil DXOMARK juga menunjukkan persaingan kamera smartphone kelas flagship masih sangat ketat. Apple berhasil mempersempit jarak di papan atas, tetapi Huawei untuk sementara masih mempertahankan posisi pertama. (***)

Baca juga liputan tentang: iPhone 18

Muhammad Amir

Reporter Teknologi

Muhammad Amir merupakan reporter yang fokus meliput perkembangan teknologi, internet, aplikasi, kecerdasan buatan, keamanan digital, perangkat elektronik, serta tren teknologi yang berdampak langsung pada kehidupan masya...

Menemukan kesalahan? Kirim koreksi

Laporan dibaca redaksi dan tidak ditampilkan publik. Nama dan email boleh dikosongkan; bila diisi, hanya dipakai redaksi untuk menanyakan rincian.

Jenis laporan

Artikel Terkait Lainnya

Lihat semua berita