header_ads

Linguaphone.id

Kampung Budaya Sindangbarang Mau Dijual?

www.beritabogor.com

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Lahan serta bangunan  Kampung Budaya Sindangbarang Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor rencananya bakal dijual, Sabtu (25/08/2018)

"Saya sudah tidak ada uang untuk membiayai perawatan karena ada nilainya, lebih baik saya jual saja. Saya mintanya di angka 9 Milyar," kata salahsatu pengelola, Makki, saat dihubungi. Selain dari uang pribadinya, kata dia, anggaran untuk operasional kegiatan dan pemeliharaan berasal dari hasil kunjungan wisatawan, dengan memperhitungkan total biaya yang dikeluarkan dalam satu tahun mencapai Rp 400 juta, termasuk untuk gaji karyawan.

Pihak pengelola selama ini telah melakukan perbaikan kecil pada bangunan tradisional di sana. Namun, belum pernah ada perbaikan besar dan menyeluruh sejak 2006 sampai sekarang. Upaya meminta bantuan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat juga telah dilakukan "Waktu zaman Pak Aher (Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan) sebelum turun, beliau mau memberikan bantuan hampir satu miliar rupiah tapi cairnya 2019. Kemarin ada informasi dana bantuan itu kemungkinan tidak cair," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi ada beberapa kerusakan bangunan berjumlah 23 dari total bangunan 26 unit di lahan seluas 8600 meter persegi. Dan kerusakan lebih banyak terjadi pada bagian atap yang terbuat dari lapisan injuk, hateup, sponge dan bilik kayu.

Menurutnya, kerusakan cukup parah juga dialami bagian lantai yang terbuat dari kayu. Seperti pada bangunan panggung pertunjukan musik yang disebut saung talu, lantai kayu di bagian belakang panggung jebol karena keropos. Kondisi serupa juga dialami balai riungan yang biasa digunakan untuk pertemuan dan tempat istrihat pengunjung.

Tak hanya itu, lanjut dia, dengan keterbatasan anggaran juga mengurangi kegiatan besar yang biasanya rutin diadakan empat kali setahun, menjadi hanya satu kali setahun. Satu-satunya kegiatan budaya yang digelar saat ini adalah seren taun atau upacara panen padi khas adat Sunda.

Sejak dulu, kawasan tersebut diakui menjadi tempat pelatihan seni budaya tradisional selain menjadi destinasi pariwisata budaya dan kegiatan rutinnya antara lain pelatihan menari jaipong, musik angklung hingga silat Cimande. "Hingga saat ini, jumlah peserta didiknya mencapai 100 anak," ungkapnya. (yd)
Diberdayakan oleh Blogger.