header_ads

Linguaphone.id

Bima Arya Bahas Pola Hidup Atlet Asian Games

 bima arya


BERITA BOGOR |www.beritabogor.com - Walikota Bogor Bima Arya memberikan pengarahan kepada para kader dan tim pembina Posyandu dalam rapat koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu tingkat Kota Bogor di Aula Kelurahan Kedung Halang, Bogor Utara, Senin (27/08/2018).

Acara tersebut tampak dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Yanar Anggraeni, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Rubaeah, Camat Bogor Utara Atep Budiman dan Wakil Direktur Umum RS Hermina Iman Nugraha.

Dalam pengarahannya, Bima Arya menyampaikan bahwa bangsa Indonesia sedang menggelar hajatan akbar Asian Games. Bima mengajak momentum ini harus bisa memberikan manfaat lebih lewat sudut pandang berbeda dan konkret.

“Background saya ini dosen, peneliti dan pengamat. Jadi saya sering dan senang mengamati banyak hal. Salah satunya di Asian Games ini. Diantara banyak hal yang bisa kita pelajari adalah sosok-sosok atlet itu tinggi, gagah, dinamis, karasep, gareulis. Coba bapak ibu lihat di Instagram, atlet-atlet beda, kayak artis semua. Hebat-hebat juga kemampuannya. Pertanyaan sederhana, ini atlet makannya apa?,” ungkap Bima.

Bima menambahkan, hal menarik lainnya adalah sebagian besar atlet-atlet yang berlaga merupakan keturunan atlet dari sang orangtua. “Coba lihat atlet semuanya itu. Ternyata banyak anaknya si ini, si itu. Kebanyakan orangtuanya atlet. Artinya kalau diadakan riset khusus kita akan mengambil kesimpulan atlet itu disiapkan semuanya mulai dari kandungan. Betul ini,” jelasnya.

Para atlet ini, lanjut Bima, ketika masih dalam kandungan sudah disiapkan semuanya, seperti takaran gizinya dan lain sebagainya. “Begitu lahir diarahkannya seperti apa. Kalau tidak, tidak akan terpikir mereka menjadi atlet seperti sekarang. Ini contoh sederhana bahwa menyiapkan generasi itu betul-betul mulai dari kandungan perencanaannya seperti itu,” beber dia.

Untuk itu, Bima menyatakan bahwa Posyandu itu adalah masa depan bangsa. Dengan kata lain, menyiapkan posyandu merupakan mempersiapkan generasi masa depan bangsa. “Segalanya dipersiapkan di Posyandu. Mulai dari konsultasi kehamilan, perawatan anak ketika balita, pendidikan memasuki akil baliq, terintegrasi dengan Sekolah ibu dan lain sebagainya. Itu semua ikhtiar kita untuk menciptakan generasi masa depan,” terang Bima.

Jika prestasi olahraga Tanah Air merosot, kata dia, berarti ada sesuatu hal yang terputus. “Dulu program KB masuk sampai wilayah, warga didoktrin bagaimana menyiapkan anak mulai dari kandungan dan sebagainya. Sekarang eranya berbeda, tapi esensinya harus tetap sama. Posyandu ini harus menjadi trending topic, harus happening, disinilah peran para camat, lurah, dinas, untuk membuat happening. Kita punya 970 posyandu, tapi baru 20 persen Posyandu yang sudah mandiri. Target kita 70 persen,” katanya. (yd)
Diberdayakan oleh Blogger.