header_ads

Linguaphone.id

Sosialisasi Stunting di Kabupaten Bogor

 berita bogor

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com -  Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informasi RI melalui Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik mengelar Forum Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Prevalensi Stunting di Aula Dinas Komunikasi dan Informasi, Selasa (10/07/2018). 

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang stunting kepada masyarakat serta meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat yang di buka langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi da Informatika Kabupaten Bogor Wawan Munawar Sidik.

Kadiskominfo dalam sambutannya mewakili Bupati Bogor mengatakan forum sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan komitmen bersama mewujudkan kondisi optimal Kabupaten Bogor sebagai Kabupaten Sehat di Jawa Barat dan Kabupaten Termaju di Indonesia.

Wawan menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan saat ini 37,2 persen atau sekitar 9 juta anak Indonesia mengalami stunting. “Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga tinggi anak terlalu pendek untuk usianya, kondisi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal setelah lahir setelah lahir”, jelasnya.

Lebih lanjut, Wawan mengatakan kekurangan gizi pada awal kehidupan berdampak serius terhadap kualitas SDM di masa depan. Terjadinya kurang gizi menyebabkan kegagalan pertumbuhan, berat Badan lahir rendah, kecil, pendek, kurus, serta daya tahan tubuh yang rendah dalam Perkembangannya seorang anak yang kurang gizi akan mengalami hambatan perkembangan kognitif dan kegagalan pendidikan sehingga berakibat produktivitas di masa dewasa.

Ia menambahkan, intervensi stunting melalui pemasyarakatan perilaku hidup bersih dan sehat memerlukan komitmen yang kuat serta koordinasi yang terintegrasi anatar semua sektor agar pelaksanaannya mampu menjangkau semua lini, termasuk dalam tatanan rumah tangga, institusi pendidikan, sarana kesehatan, lingkungan kerja dan fasilitas umum.

“saya berharap penyelenggaraan forum sosialisasi ini mampu mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat berikut rencana tindak lanjut dan dukungan yang diperlukan dari seluruh stakeholder dalam rangka pengembangan kebijakan publik yang relevan dengan pelembagaan paradigma hidup bersih dan sehat terutama ketika dihubungkan dengan komitmen intervensi stunting,” ujar Wawan.

Sementara itu, Kasubdit Kementerian Lembaga Komunikasi Sosial Maroli J. Indarto yang mewakili Dirjen Kemitraan Komunikasi pada Kementrian Komunikasi dan Komunikasi RI mengatakan saat ini permasalahan kesehatan yang timbul diakibatkan oleh pola hidup masyarakat yang tidak sehat, diperlukan upaya promotif dan preventif yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Ia menerangkan, penyebab stunting adalah kelainan tumbuh kembang akibat kekurangan gizi secara kronis, terutama di 1.000 hari kehidupan. Biasanya hal ini berkenaan dengan ketersediaan pangan. “Maka yang perlu di titik beratkan adalah pengetahuan gizi masyarakat. Sehingga perlu diadakannya pendampingan, pendekatan bimtek dan sosialisasi supaya makannya baik, maka dari itu dilaksanakan sosialisasi ini,” terang Maroli.

Kegiatan sosialisasi kali ini menghadirkan narasumber dari Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor Kardenal dengan materi peran Diskominfo dalam desiminasi informasi stunting, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Ratna Dewi, serta Dede Agung Priatna dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dimana peserta kegiatan sosialisasi ini berjumlah sekitar 100 orang berasal dari 10 Desa di wilayah Kabupaten Bogor yang dihadiri oleh unsur terkait yang ada di Kabupaten Bogor seperti Camat, Kepala Desa, KIM, Kader Kesehatan, Tim PKK, Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bogor terkit, Tim koordinasi PKH/Pendamping dan Media Lokal. (red)

Diberdayakan oleh Blogger.