header_ads

Linguaphone.id

Tingkat Kecelakaan Arus Mudik Menurun

 jawa barat

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Arus kendaraan selama mudik di jalur Pantura, Tengah dan Selatan mengalami penurunan. Hal yang sama terjadi pada tingkat kecelakaan. 

Sekretaris Daerah Prov. Jawa Barat, Iwa Karniwa, mengatakan ada penurunan kendaraan yang melintas di tiga jalur tersebut sebanyak empat persen dibanding tahun lalu. Masih berdasarkan data yang sama, data kecelakaan pada H-1 tahun 2017 terjadi 8 kecelakaan lalu lintas. Dalam peristiwa itu, enam orang meninggal dunia, tiga luka berat dan luka ringan 17. Adapun total kerugian sebesar Rp 20 miliar.

Sedangkan untuk H+1 di tahun yang sama ada empat kecelakaan. Dua orang diantaranya meninggal dunia, empat luka ringan kerugian Rp 7.7 juta. Pada h+2, ada tiga kecelakaan. Tahun 2018, di H-1 Iwa menyebut tidak ada kecelakaan. Sedangkan H+1 ada satu kecelakaan, satu orang meninggal, satu luka berat dan kerugian 500 ribu. H+2 ada 3 kecelakaan, tiga orang meninggal, satu luka berat dan enam luka ringan. Total kerugian Rp 27.5 juta. "Secara keseluruhan ada penurunan signifikan dari kemacetan maupun kecelakaan dan korban," katanya, Selasa (19/6/2018).

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Prov. Jawa Barat terkait hasil evaluasi dan perbandingan arus mudik satu tahun terakhir menyebutkan Total warga yang melintas dari H-7 tahun 2017, untuk Jalur Pantura 1.145818 jiwa, Jalur Tengah 42.423 jiwa dan Jalur Selatan 890.999 jiwa. Sementara untuk kendaraan yang melintas berjumlah 1.220.386 unit motor dan 1.242.454 unit mobil. Untuk tahun 2018, di momen yang sama, warga yang melintas di jalur Pantura sebanyak 1.182.294 jiwa, Jalur Tengah 37.0762 dan Jalur Selatan sebanyak 76.9707 jiwa. Sementara kendaraan roda dua sebanyak 95.387 unit dan roda empay 1.430.136 unit. (*/rsd) 
Diberdayakan oleh Blogger.