header_ads

Linguaphone.id

Pelantikan Pejabat Gubernur Jabar Diduga Bernuansa Politis

 ppmi

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Dilantiknya Komisaris Jenderal Pol. M.Iriawan sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahyo kumolo, menuai protes keras dari berbagai kalangan. 

Salah satunya, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) yang menyatakan penyesalannya terhadap pengangkatan Komisaris Jenderal Pol. M.Iriawan sebagai Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Barat oleh Mendagri. Dirinya menduga pengangkatan itu bernuansa kepentingan politis menjelang Pilkada dan Pilpres. 

"ini tindakan semberono, karena telah menabrak tiga peraturan perundang-undangan, yakni UU No.2 Tahun 2012 tentang Kepolisian, UU No.5 Tahun 2014 tentang Aparatul SIpil Negara (ASN) dan UU No.10 tahun 2016 tentang Pilkada," tegas Wakil Sekretaris Jenderal PPMI, Rahmat Gunawan, SH, Rabu (20/06/2018) 

Pihaknya mendesak kepada Mendagri dan Presiden untuk segera membatalkan Komjen Pol. M.Iriawan sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat, karena masih tercatat sebagai perwira aktif di Kepolisian. 

"Kalau alasan pengangkatan karena faktor keamanan, kami sebagai warga Jawa Barat sangat tersinggung. Sebab, masyarakat Jawa Barat, khususnya keturunan Sunda sangat terkenal dengan kesantunannnya, bertoleransi tinggi, religius dengan wilayah paling aman di indonesia," jelasnya. 

Dirinya menambahkan, Mendagri jangan memaksakan kehendak dengan cara yang tidak santun terhadap undang undang. "Masih banyak pejabat ASN yang layak dan pantas mengisi posisi pejabat Gubernur Jawa Barat," imbuhnya. 

Sebelumnya, Mendagri melantik Sekretaris Utama (Sestama) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) M. Iriawan selaku Penjabat Gubernur Jawa Barat, di Gedung Merdeka Bandung, Senin (18/06/2018) kemarin. 

Pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2018 tentang Pengesahan Pemberhentian Dengan Hormat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Masa Jabatan Tahun 2013-2018 dan Pengangkatan Penjabat Gubernur Jawa Barat yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 Juni 2018. (*/als) foto rilis
Diberdayakan oleh Blogger.