header_ads

Satpol PP Janji Dalami Kasus Penebang Pohon

Pihak terlibat akan diipanggil Satpol PP

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com -  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor langsung bergerak mengambil langkah tegas terkait adanya kasus penebangan pohon di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat yang sudah di Sidak langsung Plt Walikota Bogor, Usmar Hariman beberapa waktu lalu.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi mengatakan, Satpol PP sudah bergerak menangani kasus itu diantaranya terjun langsung ke lokasi pohon yang ditebang dan melakukan pengecekan serta pendalaman. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, tidak ada bekas pohon ditebang namun di bowling (dipindahkan).

"Kita sudah olah TKP dan kita sudah meminta keterangan sejumlah pihak terkait," ujar Herry saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (03/05/2018).

Lanjut Herry, sejumlah pihak yang sudah  dipanggil untuk dimintai keterangan oleh PPNS diantaranya, pihak Transmart dan Kasi Pertamanan Dinas Perumkim. Jumlahnya ada lima orang. PPNS, menurut Herry, akan memanggil Kabid Pertamanan Dinas Perumkim yang direncanakan pada hari Senin mendatang.

Herry menambahkan, dalam pemanggilan sejumlah pihak itu, pihak Transmart sudah menunjukan surat dari Kementrian PUPR dan Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat serta surat Dinas Perumkim.

"Untuk surat dari Kementrian PUPR terkait surat ijin akses pintu masuk dan keluar, kemudian dari Provinsi Jabar menyangkut pembangunan celukan yang menyebabkan pohon-pohon di trotoar harus dibersihkan. Namun untuk perijinan penebangan pohon ranahnya ada di Pemkot Bogor karena harus ada ijin dari Walikota," jelasnya.

Sedangkan sampai saat ini, belum ada surat ijin terkait penebangan pohon, sehingga hal itu yang saat ini sedang di dalami. Langkah selanjutnya setelah selesai mendapatkan keterangan dari berbagai pihak, akan dilanjutkan dengan gelar perkara.

Herry menegaskan, dalam gelar perkara nanti pihaknya akan melibatkan pihak Satreskrim Polresta Bogor Kota untuk mengetahui ada unsur pidana atau tidak. 

"Soal unsur pidana nya nanti ditangani Satreskrim Polresta Bogor Kota. Kita saat ini mendalami dan mengumpulkan data data secara lengkap, agar bisa segera dilakukan gelar perkara. Kalau memang ada unsur pidana, maka pihak kepolisian yang menangani nanti," tegasnya. (erick) 

Diberdayakan oleh Blogger.