header_ads

Linguaphone.id

Bima Arya Dibilang Omdo Peduli Kirab Budaya

Tjetjep kritik Bima Arya usai Kirab Budaya 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Terkait pernyataan calon Walikota Bogor, Bima Arya yang mendukung Kirab Budaya dan Pencak Silat yang akan digelar pada Minggu (06/05/2018) dianggap tidak benar oleh salah satu panitia Kirab Budaya dan Pencak Silat, Tjetjep Thoriq.

Tjetjep yang juga Tim Pemenangan paslon Edgar-Sefwelly menanggapi pernyataan Bima yang mengaku bahwa budayawan itu adalah suatu aset yang potensial di Kota Bogor itu menurutnya  tidak sesuai dengan apa yang diucapkan Bima.

Buktinya, kata Tjetjep yang mencontohkan, jika Bima tengah menghadiri kegiatan budaya, kehadirannya tidak pernah lama dan selalu ada alasan untuk meninggalkan lokasi acara.

"Biasanya setelah sambutan, Bima kembali duduk dikursinya dan langsung pulang. Tidak pernah menyaksikan sampai akhir atau minimal setengah acara berlangsung," kata Tjetjep.

Tjetjep juga mengatakan, jika memang benar Bima peduli terhadap budaya, menurutnya, tidak mungkin banyak anggaran yang dipangkas.

"Seperti anggaran kegiatan yang selalu dipangkas dan tidak terserap. Dulu saat di wilayah Kecamatan Bogor Selatan, ada anggaran untuk kegiatan budaya dan kesenian tetapi tidak jelas, kemudian besaran anggarannya itu sebesar Rp 3 miliar namun anggaran itu malah dialihkan ke yang lain. Intinya kami (budayawan) merasa tidak diperhatikan oleh Bima selama menjadi Walikota Bogor," ketusnya.

Mengenai tidak akan melakukan kampanye akbar yang sudah dijadwalkan KPU Kota Bogor demi mementingkan budayawan, Tjetjep menilai itu tidak benar.

"Karena saya dengar dari teman - teman di KPU, bahwa dia inginnya diundurkan sampai setelah lebaran. Tentu hal itu tidak benar. Itu pernyataan yang tidak jelas. Sebagai calon pemimpin daerah, pernyataan seperti itu sudah mencla mencle, kemudian apa yang akan diambil oleh kita, oleh masyarakat Kota Bogor? bagaimana menjadi pemimpin bagi warga Kota Bogor? Warga Kota Bogor bagaimana jika dia yang memimpin kembali, itu tidak jelas," sambungnya.

Tak hanya itu saja, Tjetjep pun mengatakan bohong jika Bima akan membangun wadah atau pusat budayawan di Kota Bogor jika terpilih lagi menjadi Walikota Bogor periode 2018-2023.

"Jangankan membangun gedung kesenian, ngurus tanahnya saja tidak selesai sampai hari ini, bahkan masih sengketa di Bubulak. Bagaimana mau  membangun, menyelesaikan yang ada ditangan dia sendiri saja tidak bisa. Jadi itu bohong besar," tandasnya.

Untuk diketahui, ribuan Budayawan dan Seniman se-Jabodetabek dan Jawa Barat akan turun ke jalan untuk mengikuti acara Kirab Pusaka Pakwan Padjajaran dan Kaul Paguron Silat pertama dan terbesar di Bogor. Kirab Pusaka ini digagas oleh lima Padepokan di Bogor, antara lain, Padepokan Gosali Teupa Kujang, Palataran Pakujajar Sipatahunan, BKP, Sundawani dan PPSI. Perhelatan kirab sendiri direncanakan mendapat dukungan berbagai organisasi dan padepokan se-Jawa Barat.

Rute kirab sendiri dimulai di Balaikota menuju lapangan sempur. Rangkaian kegiatannya akan di isi dengan berbagai pertunjukan seperti pameran pusaka, silat dan pembuatan pusaka oleh guru teupa Abah Wahyu serta dari tim Gosali Teupa Kujang yaitu Abah Edianataterha. (*/erick) 

Diberdayakan oleh Blogger.