header_ads

Linguaphone.id

Warga Cimahpar Keluhkan Air PDAM

Temu pelanggan PDAM Tirta Pakuan 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, air PDAM Tirta Pakuan masih banyak dikeluhkan warga setempat. Selain sering mati, air PDAM khususnya di wilayah RT 01 RW 08 tidak bersih (jernih) dan berbau.

Menurut Jaenudin, warga Cimahpar yang mengalami dan susah untuk mendapatkan pasokan air bersih itu diakunya sudah lama. "Jadi kalau sudah mati dan kemudian nyala lagi, air yang keluar itu tidak bening Pak," keluh Jaenudin kepada Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya dalam giat Temu Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor di Grand Parahyangan, Cimahpar, Kota Bogor, Jumat (13/04/2018).

Selain itu, Jaenudin yang mewakili warga Cimahpar juga mengeluhkan keberadaan air PDAM yang bau. "Kenapa kok bisa bau ya Pak?," tanya Jaenudin.

Sementara, didalam sesi tanya jawab itu, Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya langsung menanggapi persoalan Jaenudin. Menurut Deni, air yang tidak bening yang mengalir dari pipa PDAM kemungkinan besar karena adanya endapan lumpur di reservoar ikut teraduk.

"Kalau reservoar berada pada level rendah otomatis disaat pengisian dilakukan endapan (lumpur) itu akan keaduk sehingga akan menimbulkan koloid. Tapi itu sifatnya hanya sementara. "Kalau pun agak putih, itu akibat tekanan dan terjadi sesaat," sambung Dirut.

Jika air mengalami bau, Dirut menjelaskan, itu dampak dari pemakaian gas flour yang berfungsi untuk membunuh kuman. "Apabila didalam air ada sisa gas flour berarti bakteri atau kuman Escherichia Coli (E-Coli) sudah terbunuh," pungkas Dirut. (erick) 

.


Diberdayakan oleh Blogger.