header_ads

Linguaphone.id

Ru'yat Bilang Walikota Bukanlah Raja

Ru'yat bersama pengurus HIPMI dan KDI 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com -  Sebanyak empat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Walikota Bogor hadir dalam acara Forum Group Discusion (FGD), yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang Indonesia Kota Bogor di Hotel Grand Pangrango, jalan Pajajaran, Kota Bogor, Jumat (27/04/2018) malam. 

Dalam FGD, masing masing pasangan calon memaparkan visi, misi dan program dengan tema yang diusung yaitu sinergitas pelaku usaha dan Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan pertumbuhan di Kota Bogor yang dipandu moderator Noor Rafita. 

Pasangan calon nomor urut satu, Achmad Ru'yat dan Zaenul Mutaqin dalam kesempatan itu memaparkan kaitan 11 program unggulan pasangan RZ yang bisa di sinergiskan dengan berbagai kegiatan usaha di Kota Bogor. Diantaranya program Bogor Digital, Bogor Berdaya dan Bogor Taurism, karena ketiga program itu berhubungan langsung dengan dunia bisnis usaha maupun UMKM di Kota Bogor. 

Dalam sesi diskusi, Cawalkot Achmad Ru'yat juga mengatakan dengan tegas bahwa Walikota bukan raja, sehingga dalam bekerja tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi, partisipasi dan partnership, apalagi untuk memajukan dunia usaha maupun pelaku UMKM di Kota Bogor. 

"Walikota itu bukan raja tapi rakyat biasa yang harus hadir memberikan solusi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Menjadikan rakyat sebagai pelaku pembangunan dan sebagai tuan rumah dinegerinya sendiri, bukan sebagai penonton. Jadi untuk memajukan rakyat, Walikota harus bersama sama rakyat dan tidak bisa sendirian," kata Ru'yat 

Lanjut Ru'yat, ini sebagai bentuk penekanan bahwa seluruh pelayanan publik yang berada di Kota Bogor dalam jaman now ini harus ada sistem yang terintegrasi terkait pelayanan publik baik dari persoalan di tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga ke SKPD. "Solusi yang kami berikan dengan program Bogor Berdaya, Bogor Digital dan Bogor Taurism. Itu akan menjawab dan mengatasi permasalahan usaha maupun UMKM di Kota Bogor," kata Ru'yat didampingi calon Wakil Walikota Zaenul Mutaqin dihadapan peserta dan fanelis FGD. 

Dengan hal ini, lanjutnya, mudah mudahan dapat memberikan memudahkan pelayanan kepada publik dan adanya transparansi sehingga memberikan suatu dampak yang efisiensi dan cepatnya pelayanan atas apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan di masyarakat.

Sistem sangat original, universal dan merupakan tuntutan jaman now bahwa Bogor Digital suatu hal yang niscaya dalam membantu pelayanan publik maupun pembangunan dan menciptakan rasa nyaman. Selain itu dengan Bogor Digital, masyarakat bisa mengakses secara mudah, kapanpun dan dimanapun semua ada di dalam genggamannya. Melalui program Bogor Berdaya akan ada 68 ribu wirausaha baru di Kota Bogor melalui Bogor Creative Hub (incubator, bisnis, marketplace, coworking space dan financial technology), serta 5000 lowongan kerja melalui Oke-Karir. 

Selain itu, pasangan RZ juga telah menyiapkan program Bogor Taurism, dengan merevitalisasi tempat bersejarah dan obyek wisata khas Bogor untuk menjawab keluhan para pengusaha. Ada juga kalender wisata Bogor expo dan festival sebagai upaya meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. 

"Cara bekerja kami Pasangan RZ untuk mewujudkan program itu dengan Kolaborasi, Partisipasi dan Partnership. Jadi untuk mengatasi persoalan permodalan bagi para pelaku usaha, maka pemda harus secara terbuka memberikan advokasi dan melibatkan masyarakat secara aktif," jelasnya. 

Sementara, calon Wakil Walikota Zaenul Mutaqin menuturkan, diskusi ini sangat positif karena ini adalah bagaimana kita mencari atau membawa solusi terhadap kondisi Kota Bogor saat ini. Jadi penyelenggaran HIPMI dan KADIN tentu ingin tahu bagaimana semua pasangan calon membawa visi dan misi termasuk solusi terhadap pertumbuhan ekonomi,  angka pengangguran, membantu sektor usaha serta melindungi UMKM dan lainnya.

"Tentu hal itu sangat bagus dan saya sangat mengapresiasi. Kedepan diskusi ini harus sering dilakukan meskipun diluar kegiatan resmi KPU, karena justru ini dalam rangka membantu kita menyampaikan visi misi kepada masyarakat.. Ini bukan kampanye, tetapi forum group discussion. Oleh karena itu, ini sangat penting sebab melalui kegiatan forum ini masyarakat bisa tahu dan bisa menilai siapa calon Wali Kota Bogor yang benar - benar cocok dan terbaik untuk Kota Bogor. Kami mengapresiasi HIPMI dan Kadin Kota Bogor yang telah sukses menggelar acara ini," ucap Zaenul. 

Acara FGD dihadiri Dewan Kehormatan HIPMI, CEO Radar Bogor, Ketua KPU Kota Bogor Undang Suryatna, Ketua KADIN Kota Bogor Erik Suganda, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, Rektor UIKA, perwakilan Tazkia, PHRI, IWAPI dan sejumlah tamu undangan lainnya. (*/erick) 


Diberdayakan oleh Blogger.