header_ads

Linguaphone.id

Pedagang Pasar MA Salmun Siap Ditata

Pedagang Disambangi Bima Arya 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com – Calon Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya Sugiarto melakukan gerilya di kawasan Cibogor, Bogor Tengah, Selasa (24/4/2018). Dalam gerilya tersebut, Bima menyempatkan diri untuk berbincang dengan para pedagang Pasar MA Salmun hingga menyusuri gang sempit untuk menyapa warganya.

Di Pasar MA Salmun, para pedagang terlihat antusias bertatap muka langsung dengan Bima Arya. Sejumlah harapan pedagang pun tampak diperhatikan dan dicatat oleh calon walikota petahana yang berpasangan dengan mantan Pejabat Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Dedie Rachim itu.

Para pedagang menyatakan siap bersinergi dengan Bima Arya dalam hal penataan pasar sehingga terlihat rapih dan nyaman, baik bagi konsumen maupun pengguna jalan lainnya.

"Kami siap ditata. Banyak pedagang di sini merupakan warga sekitar yang mata pencahariannya di sini," ungkap Suryanata, perwakilan pedagang MA Salmun.

Pria yang merupakan pedagang sembako yang sudah puluhan tahun berjualan itu menambahkan, sejauh ini sudah ada upaya penataan dari Pemerintah Kota Bogor tapi menjamurnya pedagang pendatang dari luar Kota Bogor membuat pasar semakin sesak dan tidak teratur.

"Harapannya ke depan ada penyeragaman tempat, ukuran lapaknya sama sehingga satu irama. Lokasi tetap di sini. Yang diutamakan warga sini dan Kota Bogor," jelasnya yang juga diamini oleh Ketua RT 03/06 Cibogor, Zaenudin.

Menanggapi itu, Bima Arya setuju dengan harapan pedagang. Menurut dia, penataan pasar menjadi salah satu fokusnya ke depan. "Ada yang sudah tuntas, ada yang masih belum maksimal. Untuk Pasar MA Salmun ini terus ditata dibenahi. Konsepnya bukan dipinggirkan. Akan diprioritaskan yang sudah lama berdagang dan warga sekitar. Yang pendatang pasti akan digeser. Ga mungkin kalau sudah puluhan tahun dan warga sini digusur," ungkap Bima.

Selain Pasar MA Salmun, ada sejumlah pasar yang akan ditata, seperti Pasar Bogor, Sukasari, Cumpok, Kebon Kembang, TU hingga Pasar Jambu Dua.

Di Gang Tarmidi, Cibogor, warga juga meminta untuk diterbitkannya sertifikat lahan. "Untuk sertifikat tergantung lokasi rumah, ada aturannya. Kalau tidak melanggar aturan, kami upayakan bisa cepat diproses," pungkasnya.
Diberdayakan oleh Blogger.