header_ads

Linguaphone.id

May Day dan Implementasi UU Ketenagakerjaan

Egi Hendrawan, Advocate 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Duel El Clasico tahunan antara buruh versus majikan atas tuntutan besaran upah minimum kembali terjadi dalam semarak May Day yang selalu diperingati dan diselenggarakan setiap tanggal 1 Mei diseluruh dunia.

Meski sering dilakukan disetiap tahun, namun masih banyak pihak yang menganggap peristiwa itu biasa saja dan akan mudah berlalu begitu saja. Akibatnya, tidak lagi ada upaya untuk mencari solusi dan akar masalahnya.

Menurut Egi Hendrawan, salah satu Advokat dari Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners, pembangunan nasional, khususnya bidang ketenagakerjaan seharusnya diarahkan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan buruh.

Ia menyebutkan, hukum ketenagakerjaan harus dapat menjamin kepastian hukum, nilai keadilan, asas kemanfaatan, ketertiban, perlindungan dan penegakan hukum yang sesuai UUD 1945 dan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

"Hukum (Indonesia) merupakan implementasi dari falsafah dasar, yakni Pancasila dan teori dasar (UUD 1945). Nilai dasar tersebut mempunyai aspek kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan. Kepastian ini sekaligus mencerminkan nilai keadilan, yang memberi kemanfaatan bagi kelangsungan hidup pekerja dan pengusaha dalam koridor perusahaan," ungkap Egi dalam siaran persnya, Minggu (29/04/2018).

Egi melanjutkan, pada momentum besar ini, pemerintah harus bisa menyikapi dan mereformasi sejumlah kebijakan yang membiarkan upah murah dan merugikan buruh.

Disamping itu, Egi mengatakan, untuk promosi penyediaan lapangan kerja tidak boleh diidentikkan dengan mengundang investor yang hanya menguras kandungan alam dan penduduk.

"Penyediaan lapangan kerja harus dengan pemberdayaan sumber daya lokal agar mampu menjadi kekuatan besar di bumi sendiri, bukan para tenaga kerja asing. Saya mengucapkan selamat May Day bagi seluruh buruh di tanah air Indonesia dan jaga solidaritas," pungkasnya. (*/erick) 


Diberdayakan oleh Blogger.