header_ads

Linguaphone.id

Bupati Hadiri Raker BKSP

Bahas pembangunan Jabotabekpuncur 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti menghadiri Rapat Kerja Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cianjur (Jabodetabekjur) Tahun 2018 diselenggarakan di Balaikota Jakarta, pada Selasa (3/4/2018). 

Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, selaku Ketua BKSP Jabodetabekjur, membuka dan memimpin rapat kerja yang membahas sejumlah program kerja strategis bersama Kepala Daerah masing-masing wilayah.

“BKSP Jabodetabekjur telah melakukan kajian dan pencarian solusi program pembangunan yang menjadi prioritas, utama karena menyangkut  kepentingan bersama. Berdasarkan permasalahan mendasar dari 9 (sembilan) Kabupaten/Kota anggota BKSP Jabodetabekjur, telah dibahas beberapa permasalahan mendasar yang dihadapi bersama, yaitu Banjir, Kemacetan, Penyediaan Air Bersih, Persampahan dan Ketahanan Pangan,” ujar Gubernur Anies.

Sejumlah solusi atas permasalahan atau kebutuhan mendasar yang dihadapi tiap wilayah akan dibahas lebih dalam pada rapat kerja ini, di antaranya normalisasi daerah aliran sungai untuk menangani banjir, peningkatan jalan lintas batas untuk menangani kemacetan, pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk menangani sampah, pembangunan waduk untuk penyediaan air bersih, tiket terusan yang terpadu untuk pembenahan transportasi, dan pembangunan sistem distribusi pangan untuk ketahanan pangan.

Rapat kerja ini sekaligus untuk menyusun penguatan dan peran kelembagaan BKSP Jabodetabekjur. Sekretariat BKSP Jabodetabekjur sebagai motor penggerak memegang peranan penting dalam mewujudkan komunikasi efektif antar Pemerintah Daerah. Selain itu, jabatan Sekretaris BKSP Jabodetabekjur adalah jabatan yang sangat strategis di dalam lembaga, untuk itu diperlukan suatu sinergi sehingga tujuan pokok dan fungsi BKSP Jabodetabekjur dapat terwujud.

Sementara itu, Bupati Bogor sangat mengapresiasi pertemuan BKSP wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Kabupaten Bogor fokus pada penanganan banjir, karena penanganan banjir mulai dari hulu dan hilir, upstream nya di Kabupaten Bogor, middlestream nya di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor serta downstream nya ada di DKI Jakarta. 

"oleh karenanya sinegritas untuk penanganan dan pengendalian banjir harus dengan dibahas bersama dengan sejumlah program yang diusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti mendorong pengerjaan waduk ciawi dan sukamahi,penertiban bangunan di kawasan puncak, pembebasan lahan tanah dalam rangka pembuatan sodetan situ, pembuatan sumur resapan, pengadaan alat amphibious, pengadaan alat berat eksavator," katanya. 

Bupati Bogor Nurhayanti juga mengatakan pihaknya sudah mengajukan permohonan anggaran bantuan pada Pemprov DKI. Bantuan itu termasuk untuk penggusuran vila liar atau penataan puncak secara keseluruhan.

"Sedang inventarisasi, sedang kami data ulang vila. Kami mengajukan di dalamnya dana untuk (penggusuran) vila," katanya

Menurut Nurhayanti, pihaknya akan menyorot perizinan vila-vila dan bangunan di kawasan puncak yang merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) dan merusak kawasan hulu. "Kami masuk dari segi IMB nya," imbuhnya

Selanjutnya Nurhayanti juga memaparkan jalur puncak dua merupakan solusi kemacetan jalur puncak 1 tidak hanya weekend namun sudah setiap hari dan jalur puncak dua juga akan menumbuhkan perekonomian di wilayah cianjur, bekasi dan karawang. 

"kita akan dorong pembangunan jalur puncak dua lewat BKSP jadi ada penanganan persoalan yang dikerjasamakan oleh Pemerintah Pusat dan ada kerjasama yang dikerjasamakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ungkapnya. 

Bupati Bogor juga mengajukan beberapa usulan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yaitu pengadaan sarana pengangkut sampah (dump truck), pengadaan sarana pengangkut sampah arm roll,  pengadaan sarana pengangkut sampah (motor roda 3) dan pengadaan jaring sampah apung. (dwitama) 


Diberdayakan oleh Blogger.