Header Ads

KPTB Gelar Dialog Calon Walikota Bogor

Para Calon Walikota Bogor saat dialog KPTB

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Komunitas Pengurus Baranangsiang (KPTB), melakukan diskusi kepada empat Calon Wali Kota (Cawalkot) Bogor, di Terminal Bis Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Minggu sor, (04/03/2018).

Diskusi yang di usung dengan tema, mencari pemimpin calon walikota versi baranangsiang, dihadiri oleh ke empat calon walikota, diantaranya, Bima Arya Sugiarto, Achmad Ruyat, Dadang.D dan Edgar Suratman.

"Acara ini, kami lakukan karena, selama empat tahun yang lalu belum terselesaikan polemik terminal ini, dan kami juga ingin tahu sejauh mana komitmen mereka mencalonkan Walikota Bogor, " kata Ketua Pengurus Terminal Baranangsiang Teddy Irawan, kepada wartawan.

Ia menjelaskan, selama ini KTPB bel menentukan pasangan yang maju pada pemilihan kepala daerah, dan dirinya melakukan kajian terlebih dahulu dengan pengurus dan awak terminal. Dengan dilakukannya, diskusi bersama kepada para calon walikota ini, dirinya kan langsung mengetahui masing-masing pasangan. "Belum ada pilihan, dan masih melakukan kajian hasil dari diskusi ini, nanti kami juga akan melakukan koordinasi kembali dengan pengurus yang lain," kata dia.

Sekedar diketahui, empat tahun yang lalu, Pemerintah Kota Bogor, akan melakukan revitalisasi terminal menjadi mall dan hotel, yang di bawahnya itu masih tetap terminal. "Kami menolaknya, jika di revitalisasi, tetapi ada mall dan hotel, hingga kini kami masih melakukan revitalisasi dengan anggaran swadaya untuk jalan yang sudah mempunyai jadi kubangan ini," ujar dia.

Sementara itu, Cawalkot no urut satu Bima Arya Sugiarto mengatakan, jika terpilih kembali, maka dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Pusat, dan akan mengakomodir keinginan KPTB untuk fungsi terminal kembali ke terminal. "Walaupun sudah di serahkan ke Pemerintah Pusat, nanti saya akan menampung aspirasi warga, yang ingin terminal sesuai dengan fungsinya," katanya.

Cawalkot no urut empat Dadang.D mengatakan, ia baru mendengar agar fungsi Terminal Baranangsiang harus sesuai dengan keinginan warga. "Kami mendukung fungsi yang awal ada terminal harus ada kembali, dan itu mengacu sesuai rencana tata ruang yang tidak boleh ada perubahan," ujar dia.

Pasangan dengan nomer urut tiga, sebagai sektor publik terminal bis baranangsiang, yang sudah menjadi kewenangan pemerintah pusat ini, revitalisasi harus segera di bangun. " Agar bisa mengurai kemacetan, dengan adanya transfortasi umum, mudah-mudahan terminal Bogor bisa lebih nyaman, dan pemerintah daerah, Haris pandai melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat," kata Achmad Ruyat.

Cawalkot nomor urut dua, Edgar Suratman membenerkan, dengan duduk bersama antara pemerintah pusat dan Kota Bogor dengan pihak PT PGI, tetapi jangan tekebak dengan retorika dan pembatalan.  "Jika ada pembatalan, maka akan menjadi bumerang juga, oleh karenanya, kami ingin ada kebersamaan baik, Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota Bogor dan pihak PT PGI," pungkas dia. (erick)

Diberdayakan oleh Blogger.