header_ads

Linguaphone.id

Edgar Suratman Didukung Warga Bogor Tengah

Edgar Diminta Warga Ardio Kembalikan SSA

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Edgar Suratman salah satu kandidat calon Walikota Bogor dari jalur perseorangan itu melakukan kunjungannya (sapa warga) ke Kampung Ardio RT04/RW05, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Minggu (18/03/2018).

Kedatangannya sangat disambut warga sekitar. Ditengah warga, Edgar pun mulai melangsungkan dialognya serta mendengarkan aspirasi dan harapan warga.

Menurut Aman, warga sekitar, kebijakan Pemkot Bogor yang memberlakukan Sistem Satu Arah (SSA) di seputar Kebun Raya Bogor (KRB) menjadi persoalan. Sebab, sejak diberlakukannya SSA, jalan-jalan diperkampungan mulai macet.

"Pemberlakuan SSA tidak berdampak besar dalam mengatasi kemacetan di Kota Bogor. SSA justru menjadi penyebab kemacetan, karena semua kendaraan, baik pribadi, bus, angkot dan roda dua semua lewat jalur SSA. Kalau terjadi macet di Balaikota, harus kemana? sementara jalur-jalur penunjang tidak ada,” ungkap Aman

Aman berharap, jika nanti terpilih menjadi Walikota Bogor, ia yang mewakili warga Kampung Ardio meminta agar SSA di tiadakan (dikembalikan seperti semula-red). “Sebab warga disini kalau mau kepasar jadi lebih jauh, karena harus muter,” keluhnya.

Tak hanya SSA, PKL yang kini sudah mengepung Kampung Ardio menjadi persoalan warga. "Jalanan semakin sempit sama PKL. Saya heran dengan Pak Bima, kok semakin hari PKL malah semakin banyak? Dan kenapa kok belum ada penataan juga," ungkap Enduh.

“Warga sampai susah kalau mau keluar, karena akses jalan masuk tertutup sama PKL. Sampai-sampai kalau ada yang meninggal warga harus membawa mayat putar puter agar bisa keluar,” tambahnya dengan nada kesal.

Sementara, Edgar yang menyikapi berbagai persoalan tersebut akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi siapapun itu nanti Walikotanya. Menurut Edgar, kesuksesan sebuah program, setelah direalisasikan tidak menimbulkan masalah.

"Mengenai SSA, kalau saya diberi amanah jadi Walikota, maka nanti akan dikaji dan dicari solusinya, termasuk dalam penataan PKL nanti akan juga dikaji dengan melibatkan semua stake holder," kata Edgar.

Edgar mengaku tidak akan mengumbar janji. Tapi, jika nanti pasangan Edgar-Sefwelly terpilih, maka akan dicarikan solusinya. "Kita harus cermat dalam memecahkan masalah, harus konferenship. Pemerintah harus tegas dan arif dan keduanya harus bersamaan,” pungkasnya. (*)
Diberdayakan oleh Blogger.