Header Ads

Pemuda Bogor Selatan Kecam Proyek Transmart

Proyek Transmart Diduga Tanpa IMB

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Pembangunan Transmart yang diduga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Dampak Lingkunan untuk Lalu Lintas (Amdal Lalin) di wilayah Tajur, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, diminta untuk dihentikan pembangunannya oleh Ketua PK KNPI Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, H. Ahmad Irfan.

Ia yang mewakili pemuda Bogor Selatan itu mengecam keras dengan adanya pembangunan minimarket terbesar yang mampu menyebabkan kemacetan terutama di kawasan Tajur. "Saya minta agar pembangunan itu dihentikan. Saya juga sangat mempertanyakan perizinannya. Ini akan menjadi masalah serius, karena sangat berdampak terhadap kemacetan arus lalu lintas di kawasan Tajur," ujarnya, Senin (12/02/2018).

Untuk kawasan Tajur sendiri, lanjut Irfan, pertokoan yang dijadikan ladang bisnis di wilayah tersebut sudah padat. Bahkan, jika memasuki hari libur, arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lumpuh. "Saya juga meminta agar Pemkot Bogor melalui dinas terkait melakukan kajian ulang. Karena dengan adanya pembangunan Trans Mart tersebut tentu akan merugikan masyarakat," katanya.

Sementara itu, ditambahkan Sekjen PK KNPI Bogor Selatan, Andi Sugandi, pihaknya sangat mengapresiasi warga dan para tokoh sekitar yang menolak keras atas pembangunan Transmart di wilayah Tajur.

"Saya juga meminta agar Pemkot Bogor segera memberhentikan pembangunannya, mengingat di kawasan itu sudah padat oleh pertokoan sebelum ada izin yang berlaku. Saya juga mendorong langkah dewan agar segera melakukan sidak kelokasi pembangunam Transmart," pungkasnya. (erick)

Diberdayakan oleh Blogger.