header_ads

Linguaphone.id

Mensos Menyalurkan PKH

PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Untuk memastikan agar tepat jumlah, tepat sasaran, efektif dan efisien didalam penyaluran dana bantuan sosial, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc melakukan pengecekan langsung pembagian kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada ratusan warga kurang mampu di Gedung Kemuning Gading, Kota Bogor, Rabu (28/02/18). 

Menurut Idrus, untuk Kota Bogor, dana bantuan sosial untuk warga miskin yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementrian Sosial sebesar 89 miliar. 

"Dari 89 miliar itu dibagi-bagi diantaranya 34 miliar untuk PKH dan 55 miliar untuk rastra atau BPNT," ungkap Idrus yang didampingi anggota Komisi VIII DPR RI yakni Diah Pitaloka dan Deding Ishak. 

Dengan adanya bantuan tersebut, Idrus meminta masyarakat agar penggunaannya harus dilakukan dengan baik, benar dan bermanfaat.
"Agar bantuan ini betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kepentingan keluarga, terutama dalam hal pendidikan," pintanya. 

Sementara itu, Nina Marlisa selaku Head of Networking and Services BNI (Kantor Wilayah Jakarta BSD), yang juga memiliki peranan penting didalam pelaksanaan pengambilan dana yang dilakukan oleh keluarga penerima manfaat. 

"Hari ini merupakan momentum yang sangat istimewa bagi BNI yang telah siap menyalurkan Bantuan Sosial secara Non Tunai, menindaklanjuti penandatanganan PKS dengan Kemensos bersama dengan Bank-bank HIMBARA tanggal 04 Oktober 2016 yang lalu untuk menyalurkan sekitar 695 ribu Keluarga Penerima Manfaat di 68 Kabupaten Kota, serta peresmian E-Warong KUBE di Kabupaten Kota ke-32," ungkap Nina. 

Sistem yang dipakai, lanjut Nina, tentu dengan menggunakan mekanisme nontunai melalui system Layanan Keuangan Digital (LKD) yang sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, agar penyaluran Bansos dan Subsidi terintegrasi dengan system perbankan, sehingga penyaluran dapat tepat jumlah, tepat sasaran, lebih efektif dan efisien. 

"Dengan system ini, Bansos dan Subsidi akan langsung disalurkan ke rekening Penerima Manfaat, yang selanjutnya dapat digunakan untuk membeli barang, tarik tunai atau tetap disimpan di tabungan sesuai program yang ditetapkan," jelasnya. 

Nina menambahkan, Keluarga Penerima Manfaat akan memperoleh Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang sangat praktis. Dengan fitur e-wallet satu kartu dapat digunakan untuk berbagai program Bansos dan Subsidi, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan, Elpiji, Pupuk dan lain sebagainya.
"Jadi, Keluarga Penerima Manfaat dapat bertransaksi dan mencairkan Bansos dan Subsidinya di jaringan e-Warong KUBE-PKH, serta di seluruh jaringan BNI termasuk Kantor Cabang/Outlet, ATM dan Agen46 BNI," pungkasnya. (erick)
Diberdayakan oleh Blogger.