header_ads

Linguaphone.id

Dinas Damkar Akan Tingkatkan Personil dan Armada

Kegiatan simulasi pemadaman api 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor masih terkendala minimnya personel dan mobil pemadam. Saat ini, Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor berkekuatan 145 personil dengan 18 unit armada pemadam, sedangkan luas wilayah Kabupaten Bogor terdapat 40 Kecamatan. 

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Ma’mur mengakui, dari sisi sber daya manusia sangat kekurang personel dan mobil damkar. Saat ini, jumlah personel yang dimilik Damkar ada 147 personil dan yang sudah PNS ada 35, sisanya masih honor. “Rasio jumlah penduduk Kabupaten Bogor sekitar 5,5 juta orang dan wilayah yang sangat luas, memperkirakan kebutuhan personel di lapangan mencapai  1000 personil,” ujar Ma’mur, Kamis (08/02/2018) 

Menurutnya, untuk jumlah armada pemadam yang ideal paling sedikit 167 unit. Para personel itu disebar ke setiap wilayah di daerahnya. Armada yang dimiliki beberapa unit di antaranya sudah mengalami kerusakan dan berusia tua. Namun, biaya pengadaan armada tersebut sangat mahal, sedangkan kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor belum memungkinkan.

“Satu unit armada pemadam keluaran terbaru yang dilengkapi tangga mencapai harga mulai dari Rp 50 miliar per unit. Diharapkan pula pemerintah daerah terlebih dahulu membangun gedung Dinas Pemadam Kebakaran, sebab saat ini masih bergabung dlam satu gedung BPBD Kabupaten Bogor,” harapnya.

Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor saat ini hanya memiliki pos damkar di tiga titik saja yakni di Cibinong, Leuwiliang dan Ciawi. Guna mempercepat pelayanan terhadap masyarakat. Rencananya pada tahun 2018 akan menambah pos damkar dengan berkerjasama dengan pihak swasta. Pos damkar akan dibangun di Kecamatan Parung, Ciomas, Cigombong, Cisarua dan Jonggol untuk mempercepat respon time. 

Berdasarkan data, jumlah kebakaran di Kabupaten Bogor selama 2017 tercatat sebanyak 153 kejadian. Angka tersebut meningkat  dibandingkan tahun sebelumnya mencapai lebih dari 130 kejadian.  "Rata-rata kebakaran yang terjadi di Kabupaten paling tinggi di akibatkan kosleting listrik yakni di Kecamatan Citeureup, Cibinong, Ciawi, Bojonggede dan Tajurhalang," jelasnya. (*/als) 



Diberdayakan oleh Blogger.