header_ads

Publik Business Plan 2018-2022

Konsultasi Publik Business Plan 2018-2022
PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto akhirnya angkat bicara terkait banyaknya persoalan yang menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan pendistribusian air bersih milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Bima yang menjadi 'Keynote Speaker' dalam konsultasi publik business plan 2018-2022 PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlangsung di IPB International Convention Centre (IICC) Botani Square, menilai bahwa, penyebab tidak maksimalnya pelayanan PDAM Tirta Pakuan merupakan dampak dari adanya pembuangan tanah yang dilakukan ke sungai atau kali cisadane atas pembangunan tol Bocimi, banyaknya limbah pabrik dan juga sampah.

"Pelayanan ini tentunya banyak dikeluhkan masyarakat yang disebabkan beberapa persoalan. Pertama, didalam pelaksanaan pembangunan tol Bocimi, tanah yang ada di buang ke sungai atau cisadane. Faktor lainnya yang menyebabkan tidak maksimalnya pelayanan PDAM dipicu oleh faktor alam, banyaknya limbah pabrik dan sampah yang di buang oleh masyarakat," kata Bima di IICC, Selasa (16/01/2018).

Selain itu, Bima juga mengatakan, faktor lain yang menyebabkan buruknya pelayanan dipicu adanya infrastruktur pada pipa yang kini mulai mengalami kerusakan."Jadi pipa tersebut harus segera diganti. Namun, untuk masalah ini 

Pemkot belum bisa menanggulanginya karena keterbatasan anggaran. Dua tahun terakhir, kami mengalokasikan hampir Rp 100 miliar, tapi kebutuhannya hampir mencapai Rp 1 Triliun," ungkapnya.

Sementara itu, menurut Dirut PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya, persoalan sulitnya untuk mendapatkan pasokan air bersih, pihak PDAM sudah melakukan upaya dengan melayangkan surat kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor. Dan rencananya akan segera berkoordinasi. "Sejauh ini kami sudah melayangkan surat untuk segera melakukan koordinasikan dengan pihak DLH dan Bappeda Kota dan Kabupaten Bogor," pungkasnya. (erick)
Diberdayakan oleh Blogger.