header_ads

Pengabdian Bima Arya

Prestasi Bima Arya Selaku Walikota Bogor 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Sejak dilantiknya Bima Arya Sugiarto yang berpasangan dengan Usmar Hariman sebagai Walikota Bogor dan Wakil Walikota Bogor pada 7 April 2014 lalu, banyak peningkatan, prestasi dan perubahan yang terjadi di Kota Bogor.

Peningkatan yang pertama yang berhasil dicapai Bima Arya selama 4 tahun terakhir memimpin Kota Bogor yakni dengan adanya Peningkatan Asli Daerah (PAD) yang sebelumnya 543 miliar menjadi 917 milyar, Belanjan Langsung dari 1,1 Trilyun menjadi 1,4 Trilyun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang awalnya 73,1 menjadi 75,04 serta Pertumbuhan Ekonomi dari 5,97 % menjadi 6,3 %.

"Tak hanya itu saja, kunjungan wisatawan pun ikut naik dari 4,3 juta orang menjadi 5,2 juta orang. Lalu, untuk tingkat kemiskinan turun dari 8,19 % menjadi 7,6 %, jumlah pengangguran ikut turun dari 44 ribu orang menjadi 36 ribu orang, puskesmas dan puskesmas pembantu bertambah dari 70 unit menjadi 87 unit," kata Bima disaat melakukan deklarasi Pilwalkot Bogor 2018 di SKI Tajur, Katulampa, Kota Bogor, Minggu (28/01/2018).

Dihadapan Bala Badra (pendukung Bima-Dedie), Bima juga mengatakan, untuk warga miskin yang menerima bantuan BPJS Kesehatan terus mengalami kenaikan dari 93 ribu jiwa menjadi 120 ribu jiwa serta meningkatnya penerima RTLH yang naik dari 1.879 rumah menjadi 2.506 rumah.

"Selama saya menjadi Walikota Bogor, taman kota yang aktif bertambah dari 26 menjadi 36 taman, terciptanya pelebaran dan peningkatan kualitas pedestrian seputar Kebun Raya Bogor, pemasangan PJU yang tadinya hanya 13 ribu titik menjadi 41 ribu titik, bantuan dana CSR untuk pembangunan pun naik dari 3,4 Milyar menjadi 4,2 Milyar lalu untuk pertama kalinya diberikan insentif bagi guru ngaji dan untuk pertama kalinya membentuk 233 unit Bank Sampah dan 26 unit TPS 3R," ungkap Bima.

Sementara itu, untuk prestasi lain yang berhasil diraihnya, Bima pun mengaku pernah menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pengelolaan keuangan dari BPK, menerima Penghargaan LAKIP Predikat “B” (Baik), menerima Predikat Internasional sebagai Kota Yang Paling Dicintai Warganya dari WWF International, pernah menerima 2 kali 

Sertifikat Adipura dari Menteri LHK sejak 27 tahun lalu, Penghargaan Kota Sehat 4 tatanan dari Menkes, Penghargaan Wahana Tata Nugraha Bidang Angkutan, Lalu Lintas dan Keselamatan Lalu Lintas dari Wakil Presiden, Penghargaan Kota Layak Anak dari Menteri PPPA, Kota yang pertama kali menetapkan regulasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) tingkat nasional.

"Sementara untuk poin inovasinya yakni mendapat bantuan Hukum bagi masyarakat miskin, website jurnalisme warga (upload video, foto dan berita tentang Kota Bogor oleh warga), layanan antar e-KTP, layanan jemput lansia untuk perekaman e-KTP, Extra Night Service (pelayanan perekaman e-KTP hingga pukul 21.30)," paparnya.

Tak puas dengan inovasi terbarunya, Bima pun berhasil menciptakan inovasi lainnya seperti, patroli kesehatan (blusukan mengecek kondisi kesehatan warga & lingkungan sekitarnya), SIM-Puskesmas (Informasi lokasi dan call center puskesmas dan pendaftaran pasien serta ketersedian tempat tidur) SMS Daftar Pasien RSUD, Sikat Duren (sistem layanan ketersediaan tempat tidur online di RSUD), Call Center PJU (pengaduan warga bila ada PJU yang mati atau wilayah yang belum ada PJU), SITU-SMART (sistem perizinan online) Pajak Daerah Online (efisiensi pelayanan publik dan menghindari kecurangan setoran pajak).

"Lalu ada yang namanya inovasi Tapping Box (meningkatkan pendapatan daerah), Bayar Pajak melalui mobile banking (peningkatan pelayanan publik), Food Truck (peningkatan pemasaran produk UMKM), SITANDUK (sistem informasi pendataan penduduk), SIMRAL (sistem informasi perencanaan, penganggaran dan pelaporan / publikasi perencanaan pembangunan dan realisasi APBD) dan Absensi pegawai berbasis mobile (menggunakan GPS agar tidak ada kecurangan absensi)," pungkasnya. (erick)



Diberdayakan oleh Blogger.