header_ads

Linguaphone.id

Lapis Talas Bogor

Lapis Talas Bogor Targetkan Masuk Hotel 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Menjadi pionir untuk olahan makanan berbahan talas, tak lantas membuat Lapis Bogor Sangkuriang (LBS) berhenti berinovasi. Setelah enam varian rasa diluncurkan dan mendapatkan apresiasi  dari masyarakat Bogor, di penghujung 2018 ini LBS melaunching varian baru Lapis talas rasa pisang coklat.

Peluncuran varian pisang coklat dari brand lokal ternama ini dilakukan dengan memakan kue lapis talas pisang coklat secara bersama-sama stakeholder yang diundang. Tak hanya itu, dilaunching yang berdekatan dengan Hari Ibu turut diselenggarakan lomba platting dessert berbahan lapis talas dengan 40 peserta yamg berpartisipasi. 

Terciptanya varian pisang coklat ini, diceritakan General Manager LBS Safei, berawal dari permintaan masyarakat. LBS pun selama satu tahun melakukan eksperimen demi mendapatkan cita rasa yang sesuai dengan memakai pisang terbaik dari petani-petani di Bogor. Hal ini membuatnya optimis Lapis Talas dengan kombinasi Pisang Coklat ini tidak hanya menjadi konsumsi harian namun juga bisa untuk hotel berbintang. “Lapis talas ini benar-benar memakai pisang asli dan harganya sangat kompetitif hanya Rp 29 ribu. Kami harap varian ini bisa diterima warga dan wisatawan seperti varian lainnya,” ujarnya. 

Ketua Tim Penggerak PKK Yane Ardian mengatakan, melihat LBS menggunakan pisang lokal sebagai bahan utamanya, ia ikut tertarik membudidayakan pisang di Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Bogor bersama dengan PKK Pokja tiga yang juga fokus pada ketahanan pangan keluarga dan lingkungan. “LBS bisa menjadi sarana memajukan perempuan di Kota Bogor agar lebih sejahtera lagi,” terangnya.

Sementara itu, Wali kota bogor Bima Arya mengatakan, lapis talas pisang coklat ini diharapkan menjadi tren mark baru yang dicari warga Bogor dan wisatawan. Pasalnya prospek kuliner di Bogor sangat luar biasa terutama saat akhir pekan dengan jumlah wisatawan hampir 400 ribu orang dan rata-rata semuanya mencari kuliner. 

“Saya ingin semua kuliner punya keterkaitan dengan unsur lokal seperti talas yang dimodifikasi dengam bahan pisang lokal. Apalagi dengan aspek packaging dan promosi yang dapat diterima pasar dan mengedepankan rasanya untuk dapat masuk kr hotel-hotel,” pungkasnya. (chris) 


Diberdayakan oleh Blogger.