header_ads

Korban Kebakaran Terima Bantuan

NGO Charity Amerika Peduli
BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Melalui Non Government Organisation (NGO) Charity Amerika yang ada di Kota Bogor, Wakil Walikota Bogor, Ir. Usmar Hariman yang didampingi beberapa anggota DPRD Kota Bogor serahkan bantuan kepada pihak korban bencana kebakaran yang mengungsi di SD Empang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (29/12/2017).

Disela penyaluran bantuannya, Usmar sangat mengapresiasi masyarakat, lembaga, stakeholder, NGO dan beberapa pihak yang sudah membantu korban bencana tersebut. "Dibawah pimpinan Mr. Ronald, kami yang mewakili NGO Charity memberikan bantuan kebutuhan untuk memasak dan seragam sekolah," ujar Usmar disela penyaluran bantuannya.

Usmar juga mengatakan, bantuan-bantuan yang selama ini terus berdatangan, dimintanya agar dilakukan adanya managemen pengelolaan bantuan. "Saya lihat masing-masing punya posko, masing-masing punya indentifikasi dan inventarisasi bantuan jadi semua tinggal fungsi kordinasi saja. Tapi pada prinsipnya, ini semua untuk korban. Jadi jangan sampai ada bahasa miring ataupun dimanfaatkan oleh orang lain," harap Usmar.

Saat ditanya bagaimana nasib para korban kedepannya, Usmar menjelaskan, sejauh ini dari sekian Kepala Keluarga (KK) sudah diberikan bantuan untuk segera mencari rumah kontrakan. Dan bantuan itu diberikan selama lima bulan kedepan oleh pemerintah.

"Lalu bagaimana setelah lima bulan itu? Nah, kita sedang coba identifikasi semua persoalan yang berkaitan dengan lokasi yang saat ini terbakar. Kenapa demikian, karena disana ada beberapa pihak yang memiliki kepentingan, pertama Pemkot Bogor, PT KAI dan PSDA Jabar," jelasnya.

Intinya, lanjut Usmar, Pemkot Bogor tidak memiliki kewenangan untuk memberikan larangan jika masyarakat yang menjadi korban ini membangun kembali. Hanya saja, sebaiknya ini dikoordinasikan kembali, sehingga rumah yang kelak akan dibentuk (dibangun) nanti memiliki ruang terbuka.

"Tehnisnya, kita harus berbagi ruang terbuka yang dimanfaatkan, dan menghitung berapa sepadan kereta api dan berapa sepadan kali. Dari sisa itu barulah boleh dibangun. Tipikal rumah dengan kebutuhan yang ada, secara tehnis nanti biar Wasbang. Nanti juga ada alokasi bantuan sosial tak terencana yang diberikan sebesar Rp11,5 juta/KK," pungkasnya. (erik)

Diberdayakan oleh Blogger.