header_ads

Lebaran.id

GP Anshor Minta Ulama Umaro Bersatu

Ulama Umaro Bersatu Hadapi Pilkada 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Para kyai, ulama dan ajengan dari berbagai wilayah di Kota Bogor hadir dalam acara Holaqoh alim ulama se-Kota Bogor yang digelar GP Ansor Kota Bogor di Hotel Ayuda, kawasan Sempur, Kamis (14/12/2017).

Sebagai keynote speaker, Wali Kota Bogor Bima Arya, menyimpulkan, maju mundurnya Kota Bogor, jatuh bangunnya Kota Bogor, pecah belahnya Kota Bogor tergantung daripada peran masyarakat. Sebagai garis besarnya, ia mengatakan, ada dua hal yang menentukan hal itu. Pertama, semakin banyak orang tidak takut kepada Allah maka semakin besar persoalan di Kota Bogor terjadi dan kedua tentang silaturahmi, karakter dan kemampuan membangun hubungan baik antara umaro dan ulama.

"Saya menyadari bagaimana sulitnya mengatur aparat maupun masyarakat yang melanggar peraturan. Kami mohon bimbingan, nasehat para ulama untuk memperkuat aspek itu. Bisa saja kita mengatur itu dengan teknologi atau bisa saja mengatur sistem teknologi smart city untuk meningkatkan kinerja, namun tetap saja teknologi buatan manusia ada batas dan kelemahan. Saya sangat merasakan, gelar doktor atau profesor belum tentu menjamin bisa menyelesaikan Kota Bogor tanpa membangun dengan ukhuwah islamiyah maupun membangun kebersamaan dengan merangkul semua pihak," ulas Bima.

Masa tiga tahun ini, lanjut Bima, merupakan masa pembelajaran dalam memahami birokrasi dan lainnya. Aspek aspek itu harus diperbaiki dan bersatunya ulama dan umaro harus bersanding dalam menghadapi untuk memajukan Kota Bogor kedepan. Terkait masalah substansi tehnis, Bima mengulas tentang APBD Kota Bogor. Menurutnya persoalan APBD itu esensinya adalah uang rakyat harus kembali kepada rakyat, dengan APBD 2018 sebesar Rp2,3 triliun, tahun depan ditargetkan PAD Kota Bogor sebesar  Rp850 milyar. Setiap tahun terjadi peningkatan PAD sekitar Rp100 milyar. 

"Jadi uang APBD ini sangat besar dan semuanya akan dikembalikan kepada rakyat. Para ulama, kyai dan ajengan semoga terus memberikan saran dan masukannya untuk Kota Bogor," harapnya.

Sementara, Dewan Penasehat GP Ansor Kota Bogor, Zaenul Mutaqin, menuturkan, dalam kegiatan holaqoh alim ulama se-Kota Bogor ini digelar diskusi membicarakan tentang kepemimpinan khususnya di Kota Bogor. Ulama adalah warisan para nabi dan tentu saja mengandung makna bagi generasi muda yang tergabung dalam organisasi Nadhatul Ulama yaitu GP Ansor. 

"GP Ansor berinisiatif melakukan holaqoh para alim ulama ini sebelumnya meminta pentunjuk dari MUI dan PCNU, sehingga hadir para ulama, kyai dan ajengan di Kota Bogor. Kita bersama sama bersilaturahmi dan membicarakan tentang bagaimana kepemimpinan Kota Bogor dalam perspektif alim ulama dan masa depan Kota Bogor. Tujuannya mewujudkan Kota Bogor yang aman, yang toleran dan sejahtera. Sejahtera tidak akan dirasakan kalau Kota Bogor tidak aman. Kota bogor juga tidak aman kalau terjadi intoleran," kata Zaenul.

Sosok agamis yang juga Ketua DPC PPP Kota Bogor ini menerangkan, banyak stigma miring terkait Ansor akhir akhir ini, bahkan banyak isu isu menyesatkan dan hoax tentang Ansor. Ansor menjaga toleransi bukan mendukung agama lain selain Islam. Ansor menjaga untuk keamanan dan ketertiban masyarakat agar terwujud rasa aman dan damai. Ansor tetap ahli sunah wal jamaah dan Banser sebagai pasukan penjaga keamanan.

"Acara ini bertujuan menyampaikan kepada Wali Kota Bogor terkait rekomendasi dan amanat amanat dari para kyai dan ulama ulama di Kota Bogor. Jadi ulama perlu di dengar aspirasi dan saran serta masukannya. Semoga hasil dari holaqoh ini menjadi perhatian bagi Wali Kota Bima Arya," pungkasnya. 

Kegiatan tersebut mengangkat tema "Masa depan kepemimpinan Kota Bogor dalam perspektif alim ulama" acara tersebut dihadiri oleh KH Fuad Fitri, KH Badrin, KH Agus Fauzan (mewakili Kec. Bogor Barat), KH Ridwan Towil, KH Firdaus, KH Zaenal Abidin, KH Ahmad Nahrowi (mewakili Kec. Tanah Sareal), KH Ahmad Supardi, KH Baban Subandi, KH Nasrudin Latif (mewakili Kecamatan Bogor Timur), KH Nafis Hamidi, KH Abah Adang, KH Deden (mewakili Kecamatan Bogor Utara), KH Taufik Khudori, KH TB. Kholidi, KH TB Muhidin, KH Sowi Dimyati (mewakili Kecamatan Bogor Selatan) dan KH Wahid Mubarok, KH Tavip Budiman, KH Mus (mewakili Kecamatan Bogor Tengah). (erick)
Diberdayakan oleh Blogger.