header_ads

Linguaphone.id

Dunia Internasional Tentang Donald Trump

Dunia Internasional Angkat Bicara 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Paus Fransiskus mengatakan: "Saya tidak dapat membungkam keprihatinan saya yang mendalam atas situasi yang muncul dalam beberapa hari ini. Pada saat yang sama, saya sangat mengharapkan semua orang untuk menghormati status quo kota, sesuai dengan resolusi PBB yang relevan." 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, mengatakan pernyataan Presiden Trump "akan membahayakan prospek perdamaian bagi Israel dan Palestina". Guterres mengatakan bahwa Yerusalem merupakan "subjek terakhir (Israel dan palestina) dan harus diselesaikan melalui perundingan langsung antara kedua belah pihak". Perundingan semacam itu harus mempertimbangkan "aspirasi-aspirasi yang absah dari pihak Palestina dan Israel," katanya.

Uni Eropa meminta "dimulainya kembali proses perdamaian yang berarti menuju solusi dua negara" dan mengatakan "harus ditemukan suatu cara, melalui negosiasi, untuk menyelesaikan status Yerusalem sebagai ibu kota masa depan kedua negara, sehingga aspirasi dari kedua belah pihak bisa terpenuhi ". 

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel "sangat disesalkan". Dia menyerukan digalangnya upaya untuk "menghindari kekerasan dengan segala cara." 

Cina dan Rusia juga menyatakan keprihatinan mereka bahwa langkah itu dapat menyebabkan peningkatan ketegangan di wilayah tersebut. 

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan pemerintah Inggris tidak setuju dengan keputusan AS itu, yang disebutnya 'tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di kawasan itu.' "Kedutaan Ingris untuk israel berkantor di Tel Aviv dan kami tak punya rencana untuk memindahkannya." "Sikap kami tentang status Yerusalem sudah jelas dan sudah berlangsung lama: harus ditentukan dalam penyelesaian yang dirundingkan antara Israel dan Palestina, dan Yerusalem pada akhirnya harus menjadi ibukota bersama negara Israel dan Palestina. Sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan (PBB) yang relevan, kami menganggap Yerusalem Timur sebagai bagian dari Wilayah Pendudukan Palestina. "

Juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan di Twitter bahwa Berlin "tidak mendukung sikap (Trump) ini karena status Yerusalem hanya dapat dirundingkan dalam kerangka solusi dua negara".

sumber:
http:// www. bbc. com/ indonesia/dunia-42261446
Diberdayakan oleh Blogger.