header_ads

Linguaphone.id

Beras Rastra Kualitas Buruk

E-Waroeng beberkan buruknya beras Rastra

BOGOR BERITA | www.beritabogor.com - Salah satu pengelola e-Waroeng yang ada di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor mengeluhkan kualitas beras yang akan dibagikan kepada Keluarga Sejahtera (Rastra).

Kualitas beras rastra yang bau, berdebu, pecah-pecah dan berubah warna itu, menurutnya tidak layak untuk di konsumsi. "Tak hanya di Kecamatan Bogor Selatan, beras rastra dengan kualitas buruk juga ditemukan dibeberapa wilayah kecamatan di Kota Bogor," keluh IK saat ditemui awak media, Sabtu (02/12/2017).

Menurutnya, merk untuk kemasan beras rastra yang dibagikan untuk keluarga tidak mampu ini merupakan merk ternama, namun tidak sebanding dengan harganya. "Ini lebih buruk dari beras yang biasanya saya terima," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, untuk pembayaran yang biasanya dilakukan langsung oleh pihak pengelola e-Waroeng, namun kali ini pihaknya melakukan proses transaksi tersebut dibayarnya melalui nomer rekening pendamping atau fasilitator Program Keluarga Harapan (PKH). "Kami sebagai pengelola e-Waroeng sangat kecewa dan dirugikan atas perlakuan para pendamping yang diduga dmengambil keuntungkan sepihak, sedangkan kami harus mengeluarkan anggaran untuk biaya pengiriman dan lain sebagainya," jelasnya.

Secara tehnis, lanjutnya, penerima manfaat pada tahap pertama di tahun 2017, masyarakat mendapatkan 20 Kg beras, 4 Kg gula, sementara untuk tahap kedua, 20 kg Beras, 2 kg Gula yang komoditinya sesuai dengan apa yang di sosialisasikan.

"Namun pada tahap tiga ada perubahan yakni 15 Kg Beras, 1 Kg Gula dan 2 liter Minyak Goreng. Dari kejadian ini saya berharap agar kedepannya, khususnya para pendamping untuk lebih terbuka dan transparan, karena walau bagaimanapun kami yang berhubungan langsung dengan penerima dan tidak terlalu kerepotan menerima keluhan dari penerima manfaat," pungkasnya. (eyi)

Diberdayakan oleh Blogger.