header_ads

Lebaran.id

Kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor

Publikasi Kinerja 
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor 
Tahun 2017


Berdasarkan Peraturan  Bupati Bogor Nomor 45 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Pendidikan, bahwa tugas pokok Dinas Pendidikan adalah membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan dan tugas pembantuan.

Adapun fungsi untuk melaksanakan tugas tersebut antara lain adalah
  1. perumusan kebijakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;
  2. pelaksanaan kebijakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;
  3. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan di bidang pendidikan;
  4. pelaksanaan adminitrasi dinas; dan
  5. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati sesuai bidang tugasnya.

Dengan berpijak pada dasar tersebut di atas, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor kemudian merumuskan arah pembangunan pendidikan yang dituangkan dalam rencana strategis (renstra) periode 2013-2018. Arah kebijakan pembangunan pendidikan tersebut dirumuskan dalam rumusan visi “Terselenggaranya Layanan Pendidikan yang Prima untuk Membentuk Manusia yangBerkualitas dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten Termaju di Indonesia.

Untuk dapat mewujudkan visi sebagaimana rumusan di atas, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor menetapkan misi sebagai berikut:
1)    Menyediakan Layanan Pendidikan yang Merata dan Terjangkau;
2)    Meningkatkan Profesionalitas dan Akuntabilitas Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan

Adapun tujuan dari masing-masing misi tersebut adalah: tujuan pada misi pertama:
  1. Tersedia dan terjangkaunya layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD);
  2. Terjaminnya kepastian memperoleh layanan pendidikan dasar yang merata dan berkualitas dalam rangka penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun;
  3. Tersedianya layanan pendidikan non-formal melalui pendidikan kesetaraan dan keaksaraan fungsional bagi warga yang tidak terjaring pendidikan formal.
Sementara tujuan pada misi kedua adalah:
  1. Meningkatnya kapabilitas dan profesionalitas sumber daya manusia (SDM) kependidikan;
  2. Meningkatnya kapasitas kelembagaan dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi administrasi dan manajemen organisasi kependidikan.

Tahun 2017 adalah tahun keempat periode renstratahun 2013-2018. Pada tahun tersebut Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor memfokuskan kebijakan pada tiga hal, yaitu:
  1. peningkatan aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan;
  2. peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan; dan
  3. penuntasan buta huruf.

Peningkatan aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan diimplementasikan melalui perluasan daya tampung; penguatan sekolah-sekolah alternatif; dan fasilitasi biaya operasional sekolah. Pada fokus kebijakan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan diupayakan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah, dan pemenuhan stantar pelayanan minimal jenjang pendidikan dasar. Sementara pada fokus kebijakan penuntasan buta aksara, dilakukan melalui optimalisasi tim koordinasi pembarantasan buta aksara tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, dan tingkat desa/kelurahan, dan yang kedua melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat.

Angka harapan lama sekolah (HLS) sebagai salah satu komponen indeks pendidikan,hasil laporan antara Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor pada tahun 2016 sebesar 12,05 tahun. Melihat capaian tersebut, artinya bahwa lamanya sekolah yang diharapkan oleh anak pada usia tertentu (7 tahun ke atas) di Kabupaten Bogor di masa mendatang adalah selama 12,58 tahun atau setara dengan lulusan pada jenjang sekolah menengah atas (tepatnya sudah duduk di bangku kuliah semester pertama). Sementara komponen kedua dari indeks pendidikan adalah rata-rata lama sekolah (RLS), pada tahun 2016 sebesar 7,83 tahun, artinya rata-rata penduduk Kabupaten Bogor yang sudah menginjak usia 25 tahun ke atas baru duduk di bangku SMP/sederajat di kelas 1.

Jika kita lihat kedua indikator di atas, capaian HLS lebih tinggi dibanding capaian RLS, hal ini dikarenakan selain dasar metode perhitungan yang berbeda, juga erat kaitannya dengan pembiayaan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah. APBD kabupaten yang dikeluarkan untuk mendanai pendidikan selama ini lebih difokuskan pada usia pendidikan dasar yang lebih mengarah pada pencapaian indikator harapan lama sekolah yang basis perhitungan usianya dimulai pada usia 7 tahun, dan untuk dapat dihitung pada indikator rata-rata lama sekolah baru masuk  dihitung minimal 10 tahun yang akan datang.

1.    INDIKATOR KINERJA
Indikator adalah ukuran yang dapat menunjukan perubahan yang terjadi pada suatu bidang tertentu. Untuk mengetahui perkembangan dalam melaksanakan program dan kegiatan yang dilaksanakan, Dinas Pendididikan menggunakan beberapa indikator kinerja, yang paling populer dan lebih akrab antara lain adalah APK dan APM. Berikut adalah realisasi APK PAUD, APK dan APM pada jenjang SD/sederajat serta APK dan APM SMP/sederajat pada tahun 2017.
  • APK PAUD 48,14%;
  • APK SD/sederajat 97,20%;
  • APK SMP/sederajat 91,20%;
  • APM SD/sederajat 86,89%;
  • APM SMP/ sederajat 80,62%.

2.    JUMLAH LEMBAGA PENDIDIKAN.
Pada tahun 2017 yang ada di Kabupaten Bogor adalah


*) di dalamnya termasuk SMP satu atap dan kelas jauh


3.    JUMLAH SISWA/PESERTA DIDIK



4. JUMLAH GURU



5.    PRESTASI KEJUARAAN
Pada tahun 2017, tidak sedikit prestasi yang diraih oleh putra-putri yang berasal dari Kabupaten Bogor, baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional, antara lain adalah:
a)    Juara pertama lomba MTQ tingkat nasional atas nama Arifatul Ulfiyyah Alhajqiyyah, siswi SDN Balekambang 03 Kecamatan Jonggol;
b)    Juara pertama tata kelola BOS pada tingkat Provinsi Jawa Barat yang diraih oleh SMPN 2 Cibinong dalam kegiatan lomba tata kelola dana bantuan operasional sekolah jenjang SMP tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017;



c)    Juara pertama festifal dan lomba seni siswa nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Jawa Barat yang diraih oleh Alden Ardiwinata Putra, siswa asal SMP Taruna Bangsa Kecamatan Babakan Madang;
d)    Juara pertama apresiasi keteladanan dikmas berprestasi yang di raih oleh Dra. Mas’amah, MM dari PKBM Kartini dalam lomba keteladanan PLS tingkat Provinsi Jawa Barat;

Penganugerahan piagam penghargaan oleh Gubernur Jawa Barat pada Lomba Keteladanan PLS sebagai Juara Pertama Tingkat Provinsi Jawa Barat



e)    Ellyza Masyitoh, S.Pd dari LKP Viderista Kecamatan Cisarua meraih juarra pertama tingkat Provinsi Jawa Barat pada lomba peningkatan mutu prestasi perempuan dengan mata lomba Mengutamakan Ilmu dan Keterampilan;

Selain mendapatkan prestasi dengan predikat juara pertama, tidak sedikit prestasi lain yang diraih dengan predikat juara kedua dan ketiga, baik tingkat nasional maupun tingkat nasional, antara lain adalah:
a)    Dra. Hj. Taty Rahayuningsih, M.Pd mendapat anugerah sebagai juara ketiga sebagai pengawas SMP berprestasi dalam lomba pengawas berprestasi;
b)    Darren Eugene Daffa Liang, siswa SD Taruna BangsaKecamatan Citeureup mendapat anugerah sebagai juara kedua tingkat Provinsi Jawa Barat pada lomba olimpiade sains dengan mata lomba Ilmu Pengetahuan Alam;
c)    Muhammad Nazriel Ilham Setiawan, siswa asal SDIT Ummul Quro Kecamatan Kemang mendapat anugerah sebagai juara kedua pada lomba Olimpiade Sains Nasional dengan mata lomba matematika;
d)    Nunuk Sri Maryatun, S.Pd dari LKP Sarie Kecamatan Citeureup mendapatkan predikat sebagai juara kedua tingkat Provinsi Jawa Barat pada kegiatan Apresiasi Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) berprestasi dengan mata lomba Kecantikan;

6.    REALISASI ANGGARAN

Realisasi belanja daerah untuk sektor pendidikan pada bulan november 2017 sebesar 75,87%, terdiri dari belanja tidak langsung (BTL) dan belanja langsung (BL) yang masing-masing sebesar 81,61% dan 59,38%.
Anggaran pendidikan pada tahun 2017 sebelum perubahan sebesar Rp. 1.531.387.490.000, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp. 1.136.462.594.000, dan belanja langsung sebesar Rp. 394.924.896.000. Anggaran pada belanja langsung untuk melaksanakan 10 program dengan jumlah kegiatan sebanyak 794 kegiatan. Berikut adalah program dan jumlah kegiatan beserta jumlah masing-masing anggaran pada program dimaksud.







27/11/2016
27/12/2017


Diberdayakan oleh Blogger.