header_ads

Hari Pangan Sedunia Tingkat Jabar

Peringatan HPS ke-37 Tingkat Jawa Barat 

BERITA BOGOR | www.beritabogor.com - Kabupaten Bogor terpilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37 tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Dalam kegiatan HPS tersebut diberikan pemberian rekor MURI dan Gubernur Jawa Barat dan Bupati berkesempatan meninjau stand pameran dan minum susu bersama para pelajar.

Kegiatan yang dihadiri Gubernur Jawa Barat,  H.Ahmad Heryawan (Aher) dan Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti serta Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian,Agung Hendriadi bertempat di Halaman Depan Stadion Pakansari, Kamis (9/11/2017).

Dalam sambutan selamat datangnya Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti mengatakan dalam rangka pelaksanaan pembangunan ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya mengembangkan sentra sentra produksi pangan, antara lain dengan menetapkan daerah daerah pengembangan ketahanan pangan,  baik berupa kawasan pengembangan ketahanan pangan dan gizi,  model pengembangan sentra pangan lokal, penetapan Desa tematik ketahanan pangan,  pengembangan minapolitan,  maupun pengembangam kopi rakyat.

Bupati Bogor mengatakan dalam melaksanakan kewajiban tujuh indicator pada standar pelayanan minimal bidang ketahanan pangan,  beberapa capaian yang telah direalisasikan seperti indicator ketersedian energi dan protein sudah mencapai 138,75 persen dari target 90 persen, indicator cadangan pangan sudah mencapai 138,75 persen dari target 60 persen, indicator ketersedian informasi pasokan dan harga pangan sudah mencapai 95 persen dari target 90 persen, indicator stabilitas harga dan pasokan pangan sudah mencapai 95,82 persen dari target 90 persen, indicator skor pola pangan harapan capaiannya masih 77 persen dari target 90 persen, indicator pengawasan dan pembinaan keamanan pangan sudah mencapai 87,50 persen dari 80 persen, indicator penanganan kerawanan pangan sudah mencapi 88,89 persen dari target 60 persen.

Menurutnya, untuk mendongkrak skor pola pangan harapan ini,  Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil kebijakan tentang gerakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal di setiap Kecamatan,  dengan mendorong masyarakat,  terutama anak-anak usia sekolah dasar dan sekolah lanjutan untuk gemar makan buah, sayuran dan ikan.

Dilokasi yang sama, Ketua Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian,Agung Hendriadi mengatakan peringatan hari pangan sedunia menitikberatkan bahwa pembangunan pedesaan agar dapat dijadikan sebagai salah satu upaya memberdayakan pemuda dari berbagai usia produktif di bidang pertanian secara modern dan inovatif. Sehingga, mampu mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.

Dirinya menuturkan bahwa Jabar menjadi kontributor terbesar dalam mewujudkan swasembada pangan dalam negeri dan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Jabar juga sebagai penyangga pangan terbesar DKI Jakarta. "Sebesar 25%-30% protein hewani nasional berasal dari Jabar, menyumbang 40% komuditas hortikultura. Jabar dan Jawa Timur adalah provinsi terbesar penyumbang beras atau stock pangan nasional," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengingatkan bahwa Hari Pangan Sedunia dimaksudkan bukan hanya seremoni untuk membangkitkan semangat dan komitmen kita untuk terus membangun ketahanan pangan. "Alhamdullilah Jawa Barat tampil sebagai Provinsi yang ketahanan pangan yang bagus, produksinya pangannya juga menyuplai daerah sekitar salah satunya Provinsi DKI Jakarta, karena Jawa barat merupakan penghasil padi, sayur,  unggas dan teh terbesar," ungkapnya.

Gubernur Jawa Barat menambahkan ketahanan pangan tidak hanya harus tahan dalam arti ketersediaan pangan. "Ketahanan pangan bukan hanya ketersediaan pangan di mana-mana tetapi juga diproduksi oleh diri kita sendiri. Saya mau Provinsi Jawa Barat lebih dari ketahanan pangan, tetapi harus menjadi kedaulatan pangan," katanya.

Dirinya mengungkapkan warga Jawa Barat harus memanfaatkan kesuburan dan kekayaan alam yang melimpah untuk meraih kedaulatan pangan. "Alam Provinsi Jawa Barat harus kita jaga karena wilayah kita paling baik tingkat kesuburannya. Oleh karenanya wajar kalau kita paling baik tingkat ketahanan ataupun kedaulatan pangan dan tak boleh ada masyarakatnya punya persoalan pangan walaupun di daerah-daerah tertentu masih ada daerah yang rawan pangan," tandasnya.

 (Andi/Diskominfo Kab Bogor).
Diberdayakan oleh Blogger.