header_ads

Linguaphone.id

Amerika Melecehkan, Indonesia Bersatu

BOGOR - www.beritabogor.com

Sebagai Pemuda Indonesia yang berdomisili di Gunung Pancar Bogor, Sabilillah, mengaku terpanggil setelah mengikuti pemberitaan mengenai perkembangan nasional.

Betapa tidak, setelah membaca dari sebuah media online nasional yang mengutip pernyataan Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid usai memberikan pidato 4 Pilar kepada PP Majelis Pesantren dan Mahad Indonesia, Senin (23/10) di Gedung Nusantara 5, Senayan, Jakarta, yang mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyesali bagaimana Panglima TNI yang diundang oleh angkatan bersenjata Amerika bisa ditolak masuk ke negara Paman Sam itu.

Sabilillah berharap sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab sangat menyesali sikap pemerintah negeri paman sam tersebut. "Kita lihat saja, apa keputusan resmi dari Pemerintah NKRI, dan jadikan momentum untuk memperkokoh persatuan berbangsa. Apabila terdesak sangat dibutuhkan maka harus siap menjadi relawan untuk diposisikan digaris terdepan bersama pasukan TNI yang gagah berani," tegasnya.

Dirinya bukan bermaksud mencari popularias euforia atau jagoan sok pamer, melainkan sudah menjadi tanggung jawab sebagai WNI untuk membela ibu pertiwi. "saya berharap ini dijadikan semangat Indonesia Bersatu, jangan lagi saling bertikai sesama anak bangsa tapi tetap memegang teguh semangat Sumpah Pemuda 1928 silam," serunya.

Menurutnya bela negara merupakan salah satu perwujudan berukhuwah dalam Islam, yakni ukhuwah wathoniyah yang berarti mencintai dan bersaudara dengan yang sebangsa dan setanah air.

“Saya kutip sejarah, Bung Karno berpesan jangan sesekali melupakan sejarah. Pada saat itu peristiwa 10 November, Bung Tomo bersama para pembela tanah air lainnya bertakbir, menyerukan pembebasan tanah air dan mengusir para penjajah," imbuh mantan guru yang menekuni broadcast sejak tahun 1999 ini. (red)

.
Diberdayakan oleh Blogger.