header_ads

Linguaphone.id

Kinerja Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor



Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor 





Publikasi Kinerja 
Dinas Ketahanan Pangan 
DKP 
Kabupaten Bogor
Tahun 2017 


Pelaksanaan pada hari Kamis, 13 April 2017 di Aula Pusdai Kompleks Perkantoran Pemerintahan Daerah Kabupaten Bogor. Materi yang disampaikan adalah: 
  1. Lumbung Pangan Masyarakat di Jawa Barat oleh Ir. H. Ali  Sobari, M.Ag (Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat);  
  2. Kebijakan Pembangunan Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian  dan Kedaulatan Pangan oleh drh. H. Soetrisno MM (Kepala DKP Kab Bogor)
  3. Pembinaan dan Evaluasi Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) oleh Ruhendra, SP,. MM (Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan DKP Kab Bogor. 

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dari ketua Panitia yaitu Ir. Toto Ismanto, MM selaku Kepala Seksi Cadangan Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan DKP Kab Bogor. Menurutnya, penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) merupakan salah satu kegiatan strategis dalam rangka lebih memberdayakan kelompok-kelompok LPM agar kelompok dapat dan mampu untuk:  

  • Meningkatkan kerjasama pengurus kelompok dengan seksi dan anggotanya,
  • Menghimpun dan mengembangkan dana yang dikelola kelompok secara transparan dengan aturan dan sangsi yang dirumuskan dan ditetapkan sendiri secara musyawarah dan mufakat oleh anggota
  • Meningkatkan keterampilan dalam hal: adminsitrasi, pembukuan, pemantauan secara partisipatif, pengawasan internal, kemitraan dan bernegosiasi. 

Tambahnya, kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor melalui DKP dalam pelaksanaan Pengembangan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) adalah untuk mewujudkan cadangan pangan di tingkat kelompok dan ketahanan pangan di tingkat anggota kelompok LPM. Kebijakan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya masyarakat melakukan cadangan pangan pokok sehingga mempermudah akses pangan pada saat paceklik maupun pada saat terjadi masalah kekurangan pangan. Pokok-pokok rekomendasi kebijakan pangan yaitu, antara lain:

  1. Mendorong peningkatan produksi dan pasokan pangan
  2. Memperkuat infrastrukur pertanian prioritas
  3. Mendorong peningkatan pembiayaan sektor pertanian
  4. Meningkatkan distribusi, logistik, dan perbaikan tata niaga pangan, dan
  5. Membenahi struktur pasar



Para Peserta Bimtek Serius dan Antusias dalam Pelaksanaan Bimtek 

Pembukaan Bimbingan Teknis Lumbung Pangan Masyarakat Tahun 2017 di buka oleh Bapak Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan / yang mewakili (Ir. Toto Ismanto, MM).

Pemaparan materi pertama oleh Ir. H. Ali  Sobari, M.Ag. Menurutnya tujuan Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) adalah meningkatkan cadangan pangan yang dikelola masyarakat melalui pemberdayaan dan kelembagaan lumbung pangan secara berkelanjutan, dan Sasaran Lumbung Pangan Masyarakat adalah:

  1. Meningkatkan cadangan pangan yang dikelola kelompok lumbung pangan khususnya di daerah rentan ketahanan pangan dan atau berpotensi terjadinya kerentanan ketahanan/kerawanan pangan
  2. Meningkatnya partisipasi anggota kelompok lumbung pangan masyarakat dalam memberdayakan kelembagaan lumbung pangan
  3. Tercukupinya ketahanan pangan pokok gabah/beras dan atau komoditi strategi lainnya.

Kemudian menurutnya ada tujuh Prinsip Penumbuhan Kelompok Lumbung pangan masyarakat yaitu:

  1. Kesukarelaan
  2. Partisipatif
  3. Kepahaman
  4. Kebebasan
  5. Kemitraan
  6. Keterpaduan
  7. Keswakarsaan.


Penyampaian Materi oleh Ir. H. Ali Sobari, M.Ag
 

Pemaparan materi kedua oleh  drh. H. Soetrisno. MM. Menurutnya tujuan program ketahanan pangan adalah memberdayakan masyarakat agar mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dikuasainya untuk mewujudkan ketahanan pangan secara berkelanjutan. sedangkan sasaran program ketahanan pangan adalah meningkatkan Ketahanan Pangan melalui pengembangan ketersediaan, distribusi, konsumsi, dan keamanan pangan.

Tambahnya Arah Kebijakan Ketahanan Pangan meliputi:
  1. Ketersediaan dan Kerawanan Pangan
  2. Peningkatan Sistem Distribusi, Stabilisasi Harga, dan Cadangan Pangan 
  3. Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi dan Keamanan Pangan



Penyampaian Materi oleh drh. H. Soetrisno, MM.


 
Pemaparan materi ketiga oleh Ruhendra, SP.MM. Menurutnya Dinamika Kebijakan Pangan antara lain:
  • Membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia yang meliputi Pendidikan, Kesehatan dan lapangan kerja
  • Meningkatkan Produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasioanal yang meliputi pembangunan dan Modernisasi pasar tradisional dan peningkatan Iptek
  • Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor – sektor strategis ekonomi domestik antara lain pangan, energi dan keuangan

Tambahnya, Tujuan Pembinaan Lumbung Pangan masyarakat (LPM) adalah meningkatkan peran kelembagaan lumbung pangan,selain berperan sebagai fungsi sosisl dalam penyediaan cadangan pangan masyarakat diharap juga berperan sebagai fungsi ekonomi bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitar Desa sasaran. 



Penyampaian Materi oleh Ruhendra, SP., MM.

 
Lanjutnya, kondisi Lumbung Pangan Masyarakat Saat ini:
  • pada saat ini sebagian besar lumbung hanya berfungsi sebagi Lembaga cadangan pangan masyarakat untuk mengatasi masa panceklik
  • pengelolaannya masih bersifat sosial dan terbatas pada bagian simpan pinjam dalam bentuk natura dengan sekala yang relatif kecil

Ditambahkan kembali bahwa Kondisi Lumbung Pangan Masyarakat Kedepan:
  • Lumbung pangan diharapkan pada masa mendatang adalah lumbug yang berkembang menjadi lembaga usaha berbasis  pangan dengan manajemen Profesional
  • Lumbung pangan diharapkan bisa menjadi lembaga yang dapat megatasi merosotnya harga pangan (Gabah) pada saat panen raya

Dampak yang diharapkan:
  • tumbuhnya beberapa kegiatan  mulai pra panen sampai dengan pasca panen
  • tidak hanya sebagai cadangan pangan, juga untuk menyediakan saprodi, kios serta menunda penjualan
  • meningkatkan kualitas serta mengolah hasil pertania, memasarkan produk pertanian pada saat yang dikehendaki serta mempunyai usaha produktif, dapat memecahkan masah pangan di Desanya secara mandiri. 

Ditegaskan bahwa Indikator Keberhasilan Lumbung Pangan Masyarakat ada 3 (tiga) yaitu:
  1. Indikator Hasil (Outcome) - (tersedianya cadangan pangan (gabah/beras) di gudang milik poktan, meningkatnya volume pembelian – penjualan gabah dan/atau beras, dan peningkatkan modal Poktan melalui kegiatan jual – beli gabah/beras)
  2. Indikator Manfaat (benefit) – (dana bantuan Pemerintah sudah dimanfaatkan dengan baik untuk melakukan kegiatan pembelian gabah, beras dan pangan strategis lainnya di luar masa panen gabah terutama dari hasil produksi petani anggotanya, minimal petani sudah memperoleh harga layak terutama pada saat panen raya rendah sesuai HPP, minimal Anggota poktan dapat memperoleh akses Pangan  dengan mudah disaat mereka menghadapi musim paceklik, minimal kemampuan manajemen poktan sudah semakin baik transparan dan akuntabel)
  3. Indikator Dampak (Impact) -  (terwujudnya stabilitas harga gabah dan beras di wilayah Poktan, terwujudnya ketahanan pangan di tingkat rumah tangga petani, meningkatnya ekonomi pedesaan yang bersumber dari komoditas pangan, dan meningkatnya pendapatan petani padi yang berada di wilayah poktan


14/09/2017
14/10/2017 
Diberdayakan oleh Blogger.