header_ads

Dinkes Optimis 5,1 Juta Warga Minum Obat Filariasis

Jangan Khawatir Obat Filariasis Bebas Kontraindikasi

Dalam rangka Program Eliminasi Penyakit Kaki Gajah 2015-2020, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor gencar melakukan pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah di 40 Kecamatan di Bumi Tegar Beriman pada Tanggal 3 – 10 Oktober 2016.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Kusnadi mengaku optimis akan tercapai target 5,1 juta jiwa warga Kabupaten Bogor datangi Pos Minum Obat Filariasis tahun ini.

"Semua warga di Kabupaten Bogor dengan sasaran usia 2-70 tahun harus meminum obat Filariasis. Dianjurkan minum obat setelah makan menjelang tidur di malam hari. Jangan Khawatir Obat Filariasis Bebas Kontraindikasi," jelasnya, Jum'at (07/10)

Dirinya berharap pada tahun 2020 tidak ada penderita baru yang terjangkit penyakit kaki gajah. Sedangkan yang sudah menderita penyakit ini terus diobati agar tidak menular, karena penularannya. "Kader Posyandu dibantu Tenaga Kesehatan dari Puskesmas juga akan melakukan sweeping ke permukiman warga tanpa pilih kasih semua harus minum obat filariasis," harapnya. 

Dijelaskan, penyakit Kaki Gajah atau Filariasis adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun, yang disebabkan oleh cacing Filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Filariasis juga dapat dicegah dengan cara rutin melakukan 3M plus, pola hidup bersih sehat dan minum obat pencegahan filariasis secara teratur.

Menurutnya, gejala dan tanda penyakit Kaki Gajah berupa demam berulang-ulang selama tiga sampai lima hari, pembengkakan kelenjar getah bening sehingga terlihat bengkak pada lipatan paha, ketiak yang kemerahan, panas da sakit. “Bila seringnya pembengkakan kelenjar itu bisa pecah mengeluarkan darah dan nanah. Gejala lain, pembesaran tungkai lengan, buah dada, buah zakar kemerahan dan panas,” ungkapnya.

Penyebab penyakit ini, lanjutnya, adalah cacing filaria yang mampu bertahan hidup selama empat sampai enam tahun dalam kelenjar getah bening yang terus berkembang biak menghasilkan jutaan anak cacing yang beredar dalam darah. “Penyakit ini menular melalui gigitan nyamuk rumah, nyamuk rawa, nyamuk selokan maupun nyamuk hutan. Waspada bagi yang rentan terhadap filariasis terhadap mikrofilaria dalam darahnya. (dwitama)

 
Diberdayakan oleh Blogger.