header_ads

Aksi Demo HMI Desak Sembilan Tuntutan

HMI Cambuk Walikota dan Wakil Walikota Bogor Lewat Sembilan Tuntutan 

BERITA BOGOR - beritabogor.com o Serentetan aksi unjuk rasa (unras) di halaman Plaza Balaikota Bogor, yang dilakukan sejumlah himpunan kemahasiswaan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10/16) sore tadi terus silih berganti. Kali ini Aksi unras dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kota Bogor, yang melayangkan sembilan tuntutan kepada walikota dan wakil walikota Bogor beserta jajarannya.

Dalam aksi ini Koordinator unras Setiawan Agus menuntut pemerintah Kota Bogor untuk segera mempercepat realisasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada enam program skala prioritas. “Selain tuntutan pada enam skala prioritas, kami juga menuntut pembangunan jalur R3 segera dituntaskan, ruas jalan yang rentan banjir dan berdampak kemacetan juga diperbaiki”, katanya.

Selain itu sambungnya, segera merumuskan strategi untuk mencegah kehilangan penghasilan bagi supir angkot akibat konversi tranportasi publik, kemudian maksimalkan ruang publik untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, dan menuntaskan masalah pelayanan persampahan untuk meminimalisir sampah.

“Tuntutan ini disampaikan untuk menjadi cambuk bagi pemerintah kota agar segera menyelesaikan segudang permasalahan yang ada di Kota Bogor”, ungkapnya.

Unjuk rasa yang berlangsung selama satu jam lebih ini diwarnai dengan aksi pembakaran ban dan sempat terjadi saling dorong dengan petugas Satpol PP. Meski dibawah guyuran hujan, aksi unras berjalan kondusif hingga selesai.

Sebelumnya, aksi damai juga dilakukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Bogor di Tugu Kujang pada pukul 10.00 WIB. Kemudian aksi unras disusul oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sekitar pukul 13.30 di depan gedung DPRD Kota Bogor, yang mengkampanyekan “Back to Moeslim Identity”. (dani)
Diberdayakan oleh Blogger.