header_ads

Wagub Jabar Tinjau Korban Longsor Sumedang

Wagub Jabar Tinjau Korban Longsor Sumedang 
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meninjau ke posko pengungsian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Ciherang Kabupaten Sumedang, Rabu (21/09/16) petang. Sebanyak 640 pengungsi yang berasal dari Kecamatan Ciherang diungsikan ke Gor Tadjimalela. Persediaan makanan, kasur, selimut dan obat-obatan terlihat memadai untuk para pengungsi. Tim gabungan dari Basarnas, BNPB, Tagana, BPBD, Dinas Sosial, TNI dan Polri juga proaktif membantu korban longsor.

Wagub pun menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga berupa tambahan selimut, makanan dan pakaian yang berasal dari Kemensos dan BNPB. "Bantuan dari kita sedang dalam perjalanan Insya Allah mencukupi, yang jelas sekarang kebutuhan mendasar dulu jangan sampai kelaparan, sakit, nggak bisa buang air, tidur ya," ujar Wagub di sela tinjauannya.

Wagub meminta agar warga yang terdampak bencana longsor dapat direlokasi ke tempat yang lebih aman. Tempat tinggal dan sarana umum yang tertimbun longsor yang  menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan luka-luka ini berada persis di lereng bukit jalur Cadas Pangeran. Truk bertonase tinggi melebihi kapasitas muatan ditambah curah hujan yang tinggi juga menjadi salah satu penyebab terjadinya longsor. Ia pun telah berkoordinasi dengan Bupati Sumedang agar segera merelokasi warga. 
Sepanjang jalur Cadas Pangeran arah Bandung walaupun sudah dibuka oleh pihak Kepolisian namun terjadi kamacetan hingga belasan kilometer. Tak sedikitpun kendaraan dapat bergerak karena beberapa titik timbunan longsor masih ada di badan jalan.

Sebelum meninjau lokasi bencana longsor, Wagub bersama DPRD Provinsi Jabar melaksanakan rapat paripurna membahas APBD Perubahan taun 2016. Dalam rapat tersebut DPRD mengusulkan agar anggaran Pemprov Jabar untuk penanggulangan bencana ditambah.

Wagub mengungkapkan evaluasi terhadap persoalan lingkunan secara terus menerus dilakukan oleh Pemprov Jabar termasuk operasi besar-besaran terhadap perusak lingkungan.

"Ini peringatan bagi kita supaya tidak terulang lagi bencana. Jawa Barat ini merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki potensi bencana tinggi. Penebangan pohon di hulu sungai juga harus dihindari jangan dibiarkan oleh instansi terkait. Kesadaran masyarakat kita tumbuhkan terus dan penegak hukum juga harus bergerak lebih cepat terhadap pelanggar lingkungan," tambahnya. (red)

Diberdayakan oleh Blogger.