header_ads

Linguaphone.id

Reses HM.Idris: Warga Kota Bogor Keluhkan Pendidikan

Reses HMI, Warga Keluhkan Pendidikan 

Persoalan Pendidikan, rupanya menjadi permasalah warga Gg. Limus, Kelurahan Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, yang tak kunjung tuntas. Dua perkara ini disampaikan warga saat H. Muhammad Idris -Anggota Dewan Kota Bogor- melakukan agenda resesnya di Dapil 1 Bogor Timur, Kota Bogor. Jum'at (16/9/2016).

HMI sapaan akrabnya tiba dilokasi sekitar pukul 20.00 WIB beserta rengrengannya. Hujan lebat tak menyurutkan niatnya demi menyerap aspirasi warga Tajur.

Sebagai awalan diskusi, Bachroni selaku Ketua RW, langsung menyampaikan beberapa aspirasinya. Diantaranya, pembuatan turap di kali Gandok yang kerap meluap jika turun hujan.

"Saya harap aspirasi pembangunan turap ini bisa cepat ditangani demi penanganan banjir yang kian terjadi," ungkapnya.

Berbeda dengan masukan yang dilontarkan Saefulloh. Sorak sorai pun terjadi ketika hendak menyampaikan masalah pendidikan dan kesehatan yang tak kunjung ada solusinya. Ia mengatakan, dengan adanya pembayaran Buku LKS di SD Tajur 1 dan 2 sebesar Rp. 120 ribu, sangat membebankan pihak orangtua. Sementara HMI menjawab, LKS itu seharusnya di gratiskan. "Nanti kita akan telusuri terkait Buku LKS ini," jawabnya.

"Persoalan kedua Pak, disekolah ada pungutan biaya sebesar Rp. 1,5 juta untuk kegiatan perpisahan sekolah. Ini sangat begitu memberatkan kami," ungkap Saefulloh yang disambut tepuk tangan warga.

Selain pendidikan, berkaitan dengan masalah kepesertaan BPJS Kesehatan seperti yang tadi dilontarkan warga, Komisi D memang sudah mengagendakan pembahasan bersama dengan pihak BPJS, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit di Kota Bogor.

Sementara disinggung soal usulan pembangunan turap, politisi Partai Gerindra itu, menjelaskan semua aspirasi berkaitan dengan percepatan pembangunan di wilayah akan disampaikan di sidang Paripurna yang akan dilakukan Senin -19/9/2016- besok.  (Erick)
Diberdayakan oleh Blogger.