header_ads

Linguaphone.id

Porseni Untuk Pengembangan Seni Budaya Tradisional

PORSENI UNTUK MOTIVASI PENGEMBANGAN SENI BUDAYA LOKAL

Semakin langkanya kemampuan masyarakat Kabupaten Bogor dalam penguasaan Basa Sunda dan Aksara Sunda maupun keseniannya mencerminkan keprihatinan atas komitmen bangsa dalam melestarikan dan pengembangannya dewasa ini.

Latar belakang ini mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menggiatkan Pekan Olahraga dan Seni Perempuan Tingkat Kabupaten Bogor secara rutin setiap dua tahun sekali. 

Kepala Bidang Budaya pada Disbudpar Kabupaten Bogor, Hilman Setyawan menyampaikan kegiatan yang berlangsung pada 28-29 September 2016 bertempat di Gedung Tegar Beriman bertujuan untuk meningkatkan peserta perempuan dalam perelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional lokal.

Dalam kegiatan ini, lanjutnya, diselenggarakan tiga jenis lomba yang dikategorikan dalam lomba Pidato Basa Sunda pada 28 September 2016 di ikuti 26 peserta dengan juri Dian hendrayana, Halim Mulyagunardi dan Haris Munandar. "Dihari yang sama dilombakan pula Qosidah pada di ikuti 28 peserta dengan  Juri Ustd Suhaeli Al Ghazali, H.Ahyan dan Rusdini. Untuk Paduan Sunda, di ikuti 29 peserta dengan juri Hastyona Muradi, Lily Murindah Sari dan Tia Destiana Puri," paparnya. Rabu (28/9)  

Dirinya menjelaskan, unsur Juri yang dilibatkan dalam kegiatan ini berasal dari Kanwil Kemenag Kabupaten Bogor, Dinas Budpar Jabar, Dinas Budpar Kabupaten Bogor dan akademisi. "Sedangkan kepesertaan berasal dari unsur 38 Kecamatan yang meliputi Ibu PKK, Majelis Ta'lim maupun Pondok Pesantren," jelasnya.

Kegiatan ini, tambahnya, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai seni budaya lokal, sekaligus memicu minat dan prestasi guna berkembangnya kesenian islami dan budaya sunda. "Sehingga dapat tercapainya masyarakat yang lebih mengenal budaya daerahnya dan turuit andil dalam pelestarian hingga generasi penerus," paparnya. (dwitama)

Diberdayakan oleh Blogger.