header_ads

Pemerintah Kabupaten Bogor Gelar Berharga

Upaya Pemkab Bogor Lindungi Anak dan Remaja 
Dari Kekerasan Dan Pergaulan Bebas 

Guna meminimalisir ancaman tersebut, untuk pertama kalinya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam hal ini Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor melakukan sinergitas dengan menyatukan Hari Anak, Remaja dan Keluarga (BERHARGA), di Gedung Tegar Beriman, (1/9).

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya ketahanan keluarga dalam melindungi anak, remaja dari berbagai hal negatif yang mengancam tumbuh kembang anak menjadi generasi bangsa yang potensial dan berkualitas.

Bupati Bogor, Nurhayanti menuturkan, persoalan anak, remaja dan keluarga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Berbagai ancaman dan fenomena baik kekerasan fisik, seksual terhadap anak dan perempuan, perdagangan manusia tersebut terus menyerang. Ketahanan keluarga salah satu cara untuk membentengi ancaman itu.

“Saya berharap kegiatan ini bisa meningkatkan fungsi dan peran keluarga dalam mewujudkan anak dan remaja dan berkualitas, serta melindungi mereka dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka,” tegas Nurhayanti.

Nurhayanti menambahkan, saat ini terlah terjadi fenomena yang mencengangkan yaitu fenomena anak-anak tidak menghargai orang tuanya, peredaran narkoba, anak remaja dijadikan objek prostitusi Gay, tentu ini menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama terutama dalam memberikan pendidikan kepada anak dan remaja.

“Target kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan kita untuk lebih fokus memperkuat ketahanan keluarga dalam membina dan membimbing anak, meningkatkan perhatian terhadap anak-anak, dan menjaga kondisi rumah dengan keharmonisan rumah tangga. Terlebih peran ibu yang merupakan lembaga pertama dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Perwakilan BPPKBN Jabar, Sugilar menerangkan, untuk melindungi anak dan remaja peran keluarga menjadi kunci utama, karena Keluarga merupakan benteng utama hindari kekerasan dengan menciptakan Keharmonisan.

“Untuk menciptakan ketahanan keluarga, yang kami lakukan salah satunya dengan menekan pertumbuhan penduduk di Jabar untuk menciptakan penduduk berkualitas. Berbicara berkualitas maka efeknya akan berdampak pada ketahanan keluarga dan keluarga sejahtera,” kata Sugilar.

Selain itu, pihaknya terus bersosialisasi melakukan peningkatan ketahanan keluarga untuk mengajak masyarakat optimal dalam memberikan perhatian terhadap anak, memenuhi kebutuhan kesehatan,memberikan kasih sayang dan pendidikannya. “Sehingga bisa menciptakan masyarakat yang berkualitas dan generasi berencana,” ucapnya.

Sementara itu, Motivator Ketahanan Keluarga IPB, Euis Sunarti mengatakan, anak alasan orang berkeluarga, remaja adalah alasan keluarga mempertahankan keluarganya. Nilai keluarga adalah institusi yang penting, terutama membangu manusia berkualitas.

“Saat ini Keluarga indonesia tengah dihadapi yakni meningkatnya perilaku seksual menyimpang, perselingkuhan, kekerasan terhadap anak dan perempuan, pergaulan bebas pada anak, pornografi. Artinya ini terjadi pelunturan nilai acuan kehidupan berkeluarga, semakin menurunnya keluarga dalam menjalankan nilai agama, bagaimana membangun ketahanan keluarga,” jelasnya.

Untuk itu, peran keluarga menjadi garda terdepan dalam melindungi anak, dari ancaman besar yang akan mempengaruhi anak dimasa mendatang. “Keberhasilan anak dalam menghadapi persoalan negatif, ini ditentukan bagaimana keluarga bisa memberikan pertahanan dan perlindungan,” tukas Euis. (kominfo/red)
Diberdayakan oleh Blogger.