header_ads

Pelajar Penganiayaan Dipenjara 7 Tahun

Pelajar Penganiayaan Dipenjara 7 Tahun 

Kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Jalan Raya Tajur depan Living Plaza RT.01/07 Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan beberapa hari lalu kini mulai di ekpose jajaran Polres Bogor Kota di Aula Polwil, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Rabu (14/9/2016).

Dalam keterangannya yang disampaikan Kapolres Bogor Kota AKBP M.Darwis, peristiwa penganiayaan ini terjadi pada Minggu (04/09/2016) sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa ini dilakukan Dede Hendrik (tersangka) kepada Ichsanudin -korban- dengan cara dibacok dengan sebuah sabit yang mengenai dada kiri korban.

Peristiwa ini terjadi berasal dari dampak perkelahian antar pelajar -tawuran- antara sekolah Bakti Taruna dan sekolah YZA yang terjadi dikawasan Tajur, Kota Bogor.

Sebelum tertangkap, tersangka sempat melarikan diri kerumah temannya yang berada didaerah Caringin Sukabumi. Tersangka dijerat dengan pasal 351 ayat (1) dan ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. "Tersangka ditangkap dirumah temannya yang berada di Caringin Sukabumi pada Minggu (11/09/2016) oleh jajaran Polsek Bogor Selatan," ungkap Kapolres Bogor Kota, M. Darwis.

Di Kota Bogor sendiri, rawan tawuran sesama pelajar masih cukup tinggi. Himbaunya, semua kalangan masyarakat diminta saling kooperatif guna pencegahan terjadinya kriminalitas. Selain itu, beberapa polsek sudah diminta untuk melakukan patroli beranting khusus di tiap-tiap sekolah.

Jika ada temuan dilapangan diluar jam sekolah, maka para pelajar tersebut akam diamankan untuk diberikan pembinaan sebelum akhirnya dipulangkan kerumahnya masing-masing. “Kami juga sudah membentuk satgas anti tawuran yang nantinya akan berkeliling di tempat-tempat keramaian," ujarnya. (Erick)

Diberdayakan oleh Blogger.