header_ads

Linguaphone.id

Kekuatan TIK Media Center PON XIX Jabar

Kekuatan TIK Media Center PON Jabar 2016 Kian Mantap  
 
Kepala Bagian Humas Setda Jabar selaku Koordinator Bidang Pelayanan Media PON XIX Jawa Barat Ade Sukalsah menyatakan kekuatan media center kian mantap, terutama dari sisi akses teknologi informasi komunikasi (TIK).

Hal itu disampaikannya setelah menerima laporan dari tim Telkomsel dan Telkom yang sudah mengecek dan memperkuat jaringannya, terutama di media center maupun venue penyelenggaraan.

Akhir pekan lalu, pihak Telkomsel (General Manager ICT Operation Regional Jawa Barat Telkomsel, Ardhiono Trilaksono, VP Network Quality Management Telkomsel, Hanang Setioharga) mengecek Compact Mobile BTS Roda yang terpasang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Telkom dan Telkomsel sejak pekan lalu terus melakukan optimalisasi kapasitas dan kualitas jaringan guna mengantisipasi lonjakan trafik telekomunikasi. Untuk itu, Telkomsel menyiapkan 804 unit Base Transceiver Station (BTS) dengan tambahan 13 Compact Mobile BTS (Combat). Rinciannya, 448 BTS 3G dan 102 merupakan BTS 4G.

Seluruh menara telekomunikasi ini tersebar di sejumlah lokasi pertandingan, media center, penginapan atlet, bandara, stasiun kereta, hingga rumah sakit di di Bandung, Tasikmalaya, Subang, Karawang, Cirebon, Cimahi, Bekasi, dan Bogor.

Selain BTS, upaya optimalisasi jaringan lainnya antara lain menjaga kecukupan kapasitas daya tampung pelanggan demi mengantisipasi lonjakan trafik yang diprediksi naik 3 persen untuk SMS, 5 persen voice, dan 7 persen layanan data.

"Kami siap melayani khususnya kawan-kawan jurnalis yang nanti akan meliput, baik di media center maupun venue. Direncanakan ada 1.500 jurnalis se-Indonesia dan Asia Tenggara, dan kami siap untuk itu," kata Ade dalam keterangan pers-nya, Minggu (4/9/2016).

Pihak Telkom sebelumnya mengatakan, secara perangkat utama, akan dipasang 404 hardware terdiri di 37 buah di media center, 195 di bidang akomodasi, keamanan 95, bandara 3, dan venue pertandingan 74.

Dari angka itu, sebarannya di Bandung Raya 274 unit, Bekasi (19), Bogor (18), Cirebon (31), Karawang (22), Sukabumi (12), dan Tasikmalaya (28).   “Kalau jaringan TIK eksistingnya sudah ada, maka tidak ada isu di lapangan. Kalau pun tidak ada, Telkom punya sarana mobile combat untuk menyambungkan serat optik tersebut, sehingga kebutuhan TIK kelak akan lancar,” pungkasnya. (rilis)
Diberdayakan oleh Blogger.