header_ads

Linguaphone.id

Sosialisasi Penanganan Hewan Qurban

Sosialisasi Penanganan Hewan Qurban 

Menjelang Idul Adha 1437H/2016M

Dalam rangka pengamanan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1437 H di Kabupaten Bogor, Dinas Peternakan dan Perikanan melaksanakan serangkaian kegiatan meliputi sosialisasi pencegahan penyakit hewan menular dan pemeriksaan hewan qurban. Kegiatan ini difokuskan pada sembilan kecamatan endemis Anthrax dan daerah padat pemotongan hewan.

SOSIALISASI PENCEGAHAN PENYAKIT HEWAN 

Sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan menular dan zoonosis dilakukan sosialisasi di kecamatan endemis Anthrax dan padat pemotongan ternak mulai dari minggu ke I bulan Agustus s.d minggu ke I bulan September 2016. Kecamatan dimaksud meliputi : Cibinong, Citeureup, Babakanmadang, Bojonggede, Tajurhalang, Sukaraja, Cileungsi, Klapanunggal, Jonggol, Sukamakmur, Gunungputri, Dramaga dan Ciseeng. Dalam acara sosialisasi tersebut Kepala Desa/Lurah dihimbau untuk membantu pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular dengan membatasi jumlah lokasi pemotongan hewan qurban maksimal 10 lokasi di setiap desa/kelurahan agar hewan di setiap lokasi dapat diperiksa oleh petugas.
Seiring pelaksanaan sosialisasi, dilakukan juga Pelatihan Penanganan Hewan Qurban yang Sehat dan Higienis terhadap 390 orang pengurus DKM/Panitia Idul Qurban di wilayah kecamatan tersebut. Pelatihan ini diselenggarakan dari tanggal 02 Agustus s.d 08 September 2016 dengan menggandeng LP POM MUI Kabupaten Bogor dalam pelaksanaannya. Materi pelatihan diantaranya mengenai seleksi dan pemilihan hewan qurban, pemeriksaan kesehatan hewan qurban, penyembelihan yang halal dan higienis, pemeriksaan kesehatan daging dan jeroan serta praktek penyembelihan hewan qurban. 


PEMERIKSAAN KESEHATAN HEWAN QURBAN

Pemeriksaan hewan qurban oleh Petugas Dinas Peternakan dan Perikanan akan dilakukan sejak H-10 s.d H+3 di sentra-sentra pemasaran, pengepul, pasar-pasar kaget di pinggir jalan dengan memberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan kalung sehat bagi ternak yang dinyatakan sehat. Pada musim kurban tahun ini di Kabupaten Bogor diperkirakan terdapat sekitar 35.000 ekor ternak yang akan diperdagangkan untuk hewan qurban. Ternak tersebut didatangkan dari berbagai lokasi oleh para pedagang yang sebagian besar merupakan pedagang musiman. Adapun ternak tersebut umumnya didatangkan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan NTB. 

Untuk memaksimalkan pelaksanaan pemeriksaan hewan qurban pada H-1 dan hari H, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan instansi terkait lainnya akan menurunkan petugas pemeriksa kesehatan hewan yang terdiri dari 40 orang petugas Dinas Peternakan dan Perikanan, 100 orang mahasiswa dan dokter hewan koordinator dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, 15 orang dokter hewan dan Tenaga Harian Lepas (THL) dari Kementrian Pertanian. Seluruh personil akan dilepas oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor di halaman kantor Dinas Peternakan dan Perikanan pada hari Rabu tanggal 11 September 2016; sehari menjelang Hari Raya Idul Adha. 

 
PERSYARATAN DAN TIPS MEMILIH HEWAN QURBAN
Sebagai panduan bagi masyarakat, berikut disampaikan persyaratan dan kiat memilih hewan qurban. 

A. Persyaratan Hewan Qurban 
 
1. Jenis Hewan Ternak 
Diantara contoh binatang ternak menurut Syariat Islam adalah sapi, gibas, biri-biri, kerbau, domba, kambing, unta dan kuda (ruhsoh). Di Indonesia ternak yang lazim untuk hewan qurban adalah sapi, kerbau, domba dan kambing.
 
2. Tidak Cacat 
Semisalnya: pincang, robek telinga,patah tanduk, buta, putus ekor serta testis turun sebelah.
 
3. Ternak yang Tidak Kurus
Ternak qurban yang akan disembelih haruslah yang gemuk, sehingga dagingnya lebih banyak dibagikan pada penerima qurban.
 
4. Cukup Umur dan Besar
Salah satu metode untuk menentukan umur ternak adalah melalui identifikasi gigi seperti berikut:
a. Kambing/domba: Telah berumur di atas 1 (satu) tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
b. Sapi/kerbau/unta: Telah berumur di atas 2 (dua) tahun yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
c. Diutamakan Ternak Berkelamin Jantan
- Tidak dikebiri;
- Testis / buah zakar masih lengkap 2 (dua) buah dengan bentuk dan letak simetris.
 
5. Ternak Haruslah Sehat
Diantara ciri-ciri ternak sehat adalah:
- Lincah dan Aktif
- Nafsu makan baik
- Saling menaiki
- Berdiri menumpu dengan empat kaki
- Bulu tidak kusam
- Cermin Hidung Basah
- Lubang Hidung, mulut, anus bersih
- Mata bersinar
- Dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)
 
6. Persyaratan Tambahan
- Ternak berasal dari daerah bebas penyakit hewan menular;
- Ternak dipelihara secara baik;
- Ternak berasal dari penampungan yang jelas;
- Ternak mendapatkan perlakuan yang layak

B. Kiat Cerdas Memilih Hewan Qurban
 
1. Pastikan Ternak yang dipilih benar-benar sehat, baik secara fisik maupun klinis;
2. Pastikan Ternak tersebut cukup umur sehingga memenuhi syarat pemotongan dan Syariat Islam;
3. Pastikan ternak tidak berasal dari daerah berjangkit wabah penyakit;
4. Belilah ternak di penampungan khusus ternak qurban yang diawasi oleh dokter hewan / petugas kesehatan hewan yang ditunjuk;
5. Bila perlu dapat meminta Surat Keterangan Kesehatan Hewan;
6. Akan lebih bijaksana apabila dapat menyesuaikan jenis hewan dengan kemampuan daya beli anda.

foto:  Sosialisasi dan Pelatihan Penanganan Hewan Qurban kerjasama Disnakkan Kab.Bogor dengan LP POM MUI
(Rilis)
Diberdayakan oleh Blogger.