header_ads

Linguaphone.id

Pemkab Bogor Fokus Bangun Puskesmas Ramah Anak

Pemkab Bogor Fokus Bangun Puskesmas Ramah Anak  

Untuk memenuhi hak anak berkaitan dengan kesehatan dan perlindungan anak, serta menciptakan lingkungan nyaman dan ramah anak, Kementarian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPP dan PA) RI, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dalam hal ini Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor.Tengah focus bekerjakeras melakukan pengembangan Pelayanan Ramah Anak Di Puskesmas. 

Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Penerapan Model Pelayanan Ramah Anak Di Puskesmas. Asisten Deputy Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraan KPP dan PA RI, Hendra Jamal menuturkan, Puskesmas ramah anak digalakan dalam rangka menindaklanjuti Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, undang-undang nomor 5 tahun 2013 tentang penyelenggaraan perlindungan anak.

Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas (PRAP) adalah puskesmas yang dalam menjalankan fungsinya berdasarkan 4 (empat) prinsip perlindungan anak, yakni Non diskriminasi, Kepentingan terbaik bagi anak, Hak untuk hidup dan Kelangsungan hidup dan perkembangan, serta penghargaan terhadap pendapat anak. Hal utama untuk menciptakan Pelayanan Ramah Anak di Puskesmas dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), Sarpras dan lingkungan, pelayanan, pengelolaan, partispasi anak dan pemberdayaan masyarakat.

“Dipuskesmas Ramah Anak, minimal dua orang tenaga kesehatan harus paham dan terlatih mengenai Konvensi Hak Anak (KHA), tersedianya media dan materi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE), tersedianya fasilitas layanan kesehatan ibu dan anak, tersedianya tempat khusus pemeriksaan anak, ada taman, gizi, pojok ASI, pojok oralit, tempat bermain, tersedia dokter anak, konseling untuk anak, ruang tumbuh kembang anak serta tempat pelayanan korban kekerasan terhadap anak. Tersedianya sanitasi lingkungan Puskesmas yang sesuai standar, dan tersedianya Sarpras bagi anak penyandang disabilitas,” papar Hendra.

Katanya menambahkan, Puskesmas Layanan Ramah Anak adalah Puskesmas lebih mengedepankan pelayanan yang ramah kepada anak, baik kepada anak yang sedang berobat ataupun anak sehat yang sedang berkunjung ke puskesmas. Upaya Kesehatan di Puskesmas sebagai Puskesmas Layanan Ramah Anak meliputi UKP (Upaya Kesehaan Perorangan), seperti Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak Pelayanan Manajemen Terpadu Balita Sakit termasuk Manajemen Terpadu Balita Muda, Pelayanan Deteksi Dini Tumbuh Kembang, Pelayanan Kesehatan Mata Anak, Pelayanan konsultasi anak, konsultasi kesehatan lingkungan, gizi,dan psikologi.

“Sementara untuk Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM ) meliputi, Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja, Upaya Kesehatan Sekolah, paya Kesehatan Gigi Sekolah, Deteksi Dini Tumbuh Kembang, pemeriksaan gigi di Taman Kanak-Kanak dan BAUD dan Posyandu Balita. Untuk Upaya Kegiatan Penunjang Kesehatan, Pojok Laktasi, Pojok Oralit, Kelas Ibu Pintar Balita Sehat, Kelas Ibu Balita, dan Kelas lbu Hamil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor, Emy Pernawati menerangkan, Puskesmas Ramah Anak merupakan pengembangan dari Kabupaten Layak Anak (KLA), KLA harus dikembangkan karena 1/3 total Penduduk Kabupaten Bogor adalah anak-anak, rentan secara fisik,  mental maupun sosial dan masih tergantung pada orang dewasa. Anak merupakan bagian dr masa kini dan pemilik masa depan, anak merupakan potensi bangsa yang harus dapat tumbuh kembang secara wajar.

“Saat ini baru 15 Puskesma Ramah Anak di Kabupaten Bogor, berkaitan dengan Pemenuhan Hak Anak Ada lima Kluster dalam Hak Anak antara lain, Hak Sipil dan Kebebasan,Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan,Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya dan Perlindungan Khusus,” terang Emy.

Emy melanjutkan,Pihaknya terus berupaya memenuhi lima kluster Pemenuhan Hak Anak tersebut, bahkan bukti kongkrit telah dilakukan, seperti hak Sipil dan Kebebasan yang dimaksud bukti kongkrit yang sudah ada yaitu, tersedianya Fasilitas Teknologi dan informasi yang tersedia seperti Warnet dipatikan harus Ramah dan Layak Anak (situs-situs yang tidak layak untuk anak harus disensor), Mengikutsertakan anak dalam Musrenbang di semua tingkatan. Bentuk konkrit indikator Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, seperti Anak-anak yang tidak memiliki orang tua (yatim, piatu, yatim piatu) diasuh oleh pengganti orang tua (saudara, rumah penitipan anak/panti asuhan), terciptanya Lingkungan keluarga yang ramah, aman, nyaman dan layak bagi pertumbuhan anak.

“Bentuk Konkrit Kluster Kesehatan dasar dan Kesejahteraan, Posyandu Pelatihan Kesehatan Reproduksi Remaja melalui kelompok  PIK Remaja oleh PLKB dan Dinkes, Puskesmas Ramah Anak. Sementara itu, Bentuk Konkrit Kluster Pendidikan, Pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, Angka Partisipasi Pendidikan Anak usia dini, Sekolah Ramah Anak,bentuk Konkrit Kluster Perlindungan Khusus, Sudah terbentuk Satgas Perlindungan  Perempuan  dan  Anak di tingkat  Desa, Adanya mekanisme penanggulangan kekerasan pada Anak dan perempuan,Adanya mekanisme penanggulangan bencana yg memperhatikan kepentingan anak, serta adanya perlindungan terhadap anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Remaja dan Lansia pada Dinas Kesehatan Kab. Bogor  Wayan Sri Agustini, mengatakan, Puskesmas Ramah Anak merupakan puskesmas yang memberikan pelayanan kepada anak secara ramah, lengkap dan terpadu. Tujuannya untuk membangun kesehatan ibu dan anak yang mencakup, kualitas hidup anak meningkat, tumbuh kembang oftimal mulai fisik, mental, emosi, dan sosial, serta intelegensi majemuk seusai dengan potensi genetiknya.

“Anak sebagai pemegang HAK, pemerintah, masyrakat dan keluarga berkewajiban untuk mengakui, mengimplementasikan, dan memenuhi hak-hak anak. Dalam hal ini keluarga paling berkewajiban untuk memenuhi hak-hak anak, karena keluarga berada pada posisi sentral dalam memberikan perlindungan kepada anak,” jelas Wayan.

Katanya menambahkan, pemenuhan fasilitas pelayanan kesehatan ramah anak, remaja telah dilakukan. Dimana Dinkes Kabupaten Bogor telah memiliki 28 Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja(PKPR), dan 15 Puskesmas ramah anak dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

“Alhmadulilah kami telah melatih 28 PKPR dan 30 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari Dokter, Perawat dan Bidan yang dilatih mengenai pelaksanaan kasus kekerasan terhadap anak,” tukasnya. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.