header_ads

Linguaphone.id

BPPKB Gelar Pelatihan Cegah Trafficking

BPPKB Gelar Pelatihan, Penanganan, dan 
Pencegahan Untuk Cegah Korban Trafficking 

Guna mencegah terjadinya berbagai bentuk perdagangan orang, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Bogor menggelar Pelatihan Pencegahan, penanganan, perlindungan korban perdagangan orang (Trafficking), di Hotel Bahtera Kecamatan Megamendung, Senin (29/8). 

Kegiatan yang di ikuti sekitar 75 orang yang berasal dari Forum Pos KB Kecamatan di Kabupaten Bogor, diberikan pelatihan dari berbagai narasumber seperti Kementrian PP-PA RI, P2TP2A Kabupaten Bogor, Polres Bogor, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor

Dihadapan para peserta, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada BPPKB Kabupaten Bogor, Shinta Damayanti, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan perhatian yang besar dalam mencegah, menangani, dan melindungi korban perdagangan orang. Selain itu Pemkab Bogor juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) di tingkat kecamatan dan Kabupaten Bogor guna mencegah dan menangani tindak pidana perdagangan orang, dan memberikan pelatihan seperti ini.

"Pemkab Bogor terus melakukan kewaspadaan dini terhadap tindak perdagangan orang mulai dari tingkat bawah (desa/kecamatan) hingga ke tingkat Kabupaten. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan ini. Kami harap akan adanya peningkatan wawasan, pemahaman, kesadaran dan efektifitas pelaksanaan pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang tersebar di Kabupaten Bogor" ujar Shinta.

Disamping itu, dirinya juga mengingatkan bahwa telah terjadi peningkatan modus atau cara yang dilakukan dalam perdagangan orang. Salah satunya adalah melalui perkawinan lalu kemudian perempuan tersebut direkrut untuk tujuan perdagangan orang seperti dijadikan pengedar narkoba, pelacur, model pornografi, perbudakan, dan pemanfaatan fisik lainnya. Oleh karena itu kesadaran masyarakat apabila melihat fenomena tersebut untuk melaporkan ke pihak yang berwajib juga perlu dibutuhkan.

"Ada indikasi bahwa kasus tindak pidana perdagangan orang jauh lebih besar dari data yang dilaporkan, mengingat banyak terjadi modus-modus baru yang digunakan dan tidak diketahui masyarakat. Selain itu sistem dan mekanisme perlindungan yang belum berjalan efektif serta berbagai kendala sosial yang menyulitkan untuk melaporkan kejadian tersebut. Sangat dibutuhkan juga partisipasi masyarakat agar lebih peka terhadap lingkungannya apbila ada indikasi kasus trafficking " terangnya.

Kepala Sub Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan pada BPPKB Kabupaten Bogor, Lilis Surianingsih menambahkan bahwa pelaksanaan pelatihan yang digelar selama 2 hari ini bertujuan agar para peserta yang berasal dari Pos KB Kecamatan ini dapat memahami UU tentang perdagangan orang, pemahaman dalam rangka mencegah trafficking, bersinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan korban trafficking dan dapat mengetahui layanan kesehatan bagi korban perdagangan orang. (kominfo/red)
Diberdayakan oleh Blogger.