header_ads

Lebaran.id

Hapus OneWay

Warga Puncak Galang Dukungan Hapus OneWay 

Protes warga minta sistem OneWay Puncak Bogor dihapus tak digubris, masyarakat Cisarua dan Megamendung mulai kumpulkan sejuta KTP dan Tanda Tangan untuk dukungan Hapus OneWay Puncak Bogor.

Tokoh Pemuda Cisarua Sunyoto mendesak pemangku kebijakan segera menghapus sistem lalu lintas buka tutup di jalur Puncak Bogor, sebab sudah 30 tahun diterapkan tak kunjung mengurai kemacetan, bahkan sebaliknya berdampak pada kerugian disektor perekonomian warga setempat.

"Hapus OneWay dan perlunya dilakukan perbaikan dan pelebaran jalan utama dan alternatif utara dan selatan. "Disamping itu, perlu dilarang bagi kendaraan besar yang melintas jalan alternatif, kecuali kendaraan pribadi," desaknya, Rabu (13/7)

Menurutnya, masyarakat di Kecamatan Cisarua dan Megamendung sedang menggalang dukungan mengumpulkan fotokopi KTP dan sejuta tanda tangan "Hapus OneWay Puncak Bogor". Setiap Kecamatan terdapat masing-masing koordinator yang sukarela menyukseskan dukungan anti OneWay.

Kepolisian Resort (Polres) Bogor masih menerapkan sistem oney di Jalan Raya Puncak pada setiap akhir pekan guna kelancaran dan kenyamanan lalulintas. Kebijakan ini didesak perlu dikaji ulang.

Sebelumnya, Djamal Abdul Natsir, Pemerhati Lalulintas Puncak mengatakan dalam pelaksanaan OneWay selama ini menuai protes warga lantaran sistem pengaturan lalulintas tersebut dinilai kurang efektif. "Jalan di buka tutup untuk kepentingan para wisatawan akan tetapi berdampak merugikan warga permukiman setempat," katanya.

Dirinya mengungkapkan bagi pengguna jalan yang memiliki uang memang dapat menyewa pengawalan Polisi yang sebenarnya telah merampas hak pengguna jalan lain "Bahkan pengawalan jalan itu cenderung membahayakan pengendara yang berlawanan arah," kata dia.

Akibatnya, lanjut dia, sebagian besar Warga Puncak Raya yang menjadi objek penderita. "Silahkan di data pihak mana yang lebih besar dirugikan atau yang di untungkan dengan sistem satu arah atas kemacetan yang terjadi di jalur puncak saat ini," imbuhnya. (als)
Diberdayakan oleh Blogger.