Header Ads

Kadinkes Minta Gunakan Vaksin BPOM

Kadinkes Minta Gunakan Vaksin BPOM

Puluhan managemen Rumah Sakit negeri maupun swasta serta Kepala Puskesmas dan Klinik Kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor diminta lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap Vaksin Palsu.

Dalam rapat pembinaan tentang pengelolaan vaksin dan obat yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr.Hj.Camelia W.Sumaryana menegaskan dihadapan peserta rapat untuk mengantisipasi peredaran dan penggunaan vaksin palsu.

"Setiap rumah sakit dan puskesmas maupun klinik kesehatan harus memperketat pengadaan vaksin dengan mengikuti standar yang berlaku serta dikelola oleh tenaga kefarmasian," tegasnya di Ruang Rapat Dinkes Kabupaten Bogor, Rabu (20/7) pagi.

Dirinya mengintruksikan kepada seluruh pengelola rumah sakit, puskesmas dan klinik kesehatan untuk lebih teliti melakukan pengadaan vaksin melalui distributor resmi yang dirilis oleh Badan Pengawasn Obat dan Makanan (BPOM). "Walau kita tidak temukan adanya vaksin palsu di Bogor, tapi kita harus tingkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Usai rapat, Kepala Bidang Penunjang Medis, RS Hermina Mekarsari Cileungsi, Harry Mukti mengaku pihaknya menjamin vaksin-vaksin yang ada di rumah sakit tersebut diperoleh dari distributor resmi. "Setiap pengadaan vaksin dilakukan oleh tenaga ahli bidang farmasi dan apoteker, jadi kita bebas vaksin palsu," imbuhnya. (als)
.
Diberdayakan oleh Blogger.