header_ads

Linguaphone.id

Dinkes Kabupaten Bogor Sosialisasi Dupak

Dinkes Kabupaten Bogor Lakukan Sosialisasi Dupak

Perubahan tata Pemerintahan dalam era Desentralisasi yang melaju dengan pesat, menuntut ketersediaan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional di berbagai sektor salah satunya bidang kesehatan. Untuk memenuhi kesiapan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melakukan sosialisasi pengisian Daftar Usulan Kenaikan Angka Kredit (Dupak) terhadap jabatan fungsional mulai dari Dokter Umum, Dokter Gigi, Bidan, Perawat, Perawat Gigi, Analisis Kesehatan, Analisis Kimia, dan Sanitarian.

Sekretaris Dinkes Kabupaten Bogor, Erwin Suriana menuturkan, berdasarkan Undang-undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), didasarkan pada sasaran kinerja pegawai dan perilaku kinerja. Sedangkan hasil kerja diukur dengan kontrak kerja jabatan fungsional yang harus dicapai dalam satu tahun. Dimana jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang PNS yang pelaksanaannya didasarkan pada keahlian dan keterampilan yang bersifat mandiri.

“Pengembangan jabatan fungsional kesehatan berbasis kompetensi ini dilakukan agar setiap pejabat fungsional agar bisa meningkatkan kinerjanya. Terlebih dokter dan tenaga kesehatan lainnya memiliki tanggungjawab penuh untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, demi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Erwin.                                                                                                

Ia juga menambahkan, mengenai Dupak pihaknya lakukan terhadap tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor mulai dari Dokter Umum sebanyak 216 orang, Dokter Gigi sebanyak 73 orang, Bidan sebanyak 860 orang, Perawat sebanyak 475 orang, Perawat Gigi sebanyak 51 orang, Analisis Kesehatan sebanyak 34 orang, Analisis Kimia satu orang, dan Sanitarian sebanyak 57 orang. Melalui sosialisasi Dupak tersebut pihaknya memiliki target seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor, mampu meningkatkian kualitas baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun sikap.

“Karena sebagai seorang tenaga fungsional mempunyai kewajiban mencatat, mengumpulkan dan menghitung angka kredit hasil prestasi kerja sendiri dari kegiatan unsur utama dan penunjang, membuat rekapitulasi hasil prestasi kerja, serta membuat Dupak apabila menurut perhitungan sementara mereka telah memenuhi angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan jabatan atau pangkat,” tegasnya.

Erwin juga berharap pada Dokter di Kabupaten Bogor bisa lebih mengoptimalkan dalam melakukan pelayanan sesuai dengan tugas dan fungsi yang tercantum dalam Dupak. Melalui kegiatan tersebut ia berharap seluruh tenaga kesehatan khususnya Dokter dapat memahami dan mengerti dalam melakukan pengisian Dupak dengan baik dan benar.

“Sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Serta dapat membantu program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Jabatan Fungsional Dinkes Kabupaten Bogor, Wayan Sri mengatakan, angka kredit merupakan satuan nilai dari setiap kegiatan maupun komulasi hasil kegiatan yang diperoleh dan dicapai oleh seorang pejabat fungsional. Sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan pangkat maupun kenaikan jabatannya.

“Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 101 Pasal 11 tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan PNS untuk mencapai persyaratan kompetensi yang sesui dengan jenis dan jenjang jabatan fungsional masing-masing, melalui pelatihan atau diklat fungsional,” terang perempuan yang akrab disapa Wayan.

Katanya melanjutkan, untuk mempersiapkan tenaga fungsional yang profesional pengisian blangko Dupak sangat penting, karena tenaga fungsional kesehatan baik Dokter, Bidang, perawat dan lainnya harus memiliki pengetahuan dan wawasan yang mempuni.

“Ini kami lakukan dengan harapan dapat melahirkan tenaga kesehatan profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai pelayanan kesehatan sesuai yang dibutuhkan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya. (red)
Diberdayakan oleh Blogger.