header_ads

Lebaran.id

Waspada Uang Palsu


WASPADA UANG PALSU 
Bank Indonesia temukan sebanyak 10.438 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah palsu di Jawa Barat sejak Januari 2016 sampai April 2016. Peredaran uang palsu terbesar di Jakarta dan Banten. 

Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat tidak ragu untuk melapor kepada pihak kepolisian ketika menemukan uang palsu. Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Ronald Waas di Jakarta, Sabtu (25/6). 

"Masyarakat jangan ragu lapor ke pihak kepolisian bila mendapatkan uang palsu. Khusus pedagang yang belum memiliki alat deteksi uang elektronik, diminta lebih cermat saat bertransaksi," himbaunya. 

Dirinya menjelaskan cara mudah membedakan uang kertas palsu dan uang asli dengan mempraktekkan 3D, yakni dilihat, diterawang, dan diraba. Uang palsu biasanya beredar di wilayah yang aktivitas perekonomiannya tinggi, apalagi sekarang menjelang Lebaran," katanya. 

Cara Mudah 3D : 
Dilihat, Uang yang asli warnanya terang dan di pojok kanan bawah terdapat optical variabel ink (OVI). OVI ini jika diperhatikan dari sudut pandang yang berbeda akan berubah warna dari warna hijau ke magenda. Sedangkan di sisi belakang uang asli pasti ada benang pengaman yang ditanam dalam uang.

Diraba. Uang kertas yang asli apabila diraba-raba pada bagian angka, huruf, dan gambar pahlawan akan berasa kasar. Biasanya, uang palsu jika diraba terasa licin. 

Diterawang. Uang asli, jika diterawang pada sebelah kanan terdapat gambar pahlawan, kemudian di bawah nilai nominal juga terdapat lingkaran bertuliskan Bank Indonesia. (BI) 


Diberdayakan oleh Blogger.