header_ads

Linguaphone.id

Warung Makanan Dibiarkan Saat Puasa Ramadhan


Warteg Jalan Cijujung nekad buka usaha saat pagi hingg sore di bulan suci, padahal di depan warung itu membentang spanduk Partai PKS yang mengimbau beribadah Ramadhan 1437 Hijriyah. 

WARUNG MAKANAN KAWASAN PASAR CILUAR DIBIARKAN BUKA SAAT PUASA 
Pedagang makanan dan minuman yang buka pada waktunya berpuasa Ramadhan 1437 Hijriyah masih banyak bertebaran di wilayah Kabupaten Bogor. Diantaranya di seputaran kawasan Pasar Ciluar Sukaraja terlihat Warteg yang menjajakan makanan di siang hari. 

Pemerintah telah mengimbau kepada seluruh warganya untuk saling menghormati bulan suci. Kendati belum ada surat edaran resmi dari Pemerintah Kabupaten Bogor, namun Pemerintah Desa Pasirlaja Kecamatan Sukaraja melalui program Sholat Taraweh Keliling. 

"Selama Ramadhan 1437 Hijriyah, dalam kotbah di belasan Masjid menyampaikan hendaknya masyarakat menjunjung tinggi toleransi dalam beribadah. Kita sampaikan pesan itu melalui ulama dan pengurus RT dan RW supaya saling menghormati termasuk pedagang makanan yang buka di siang hari," ujar Hendra Supriyadi, Kaur Pemerintahan Desa Pasirlaja, Rabu (22/6). 

Dalam tausyah, Ustadz Ammi Nur Baits selaku Dewan Pembina Konsultasi Syariah mengatakan apabila meninjau kembali kasus Warteg di Serang Banten terbukti adanya pelanggararan norma, maupun peraturan pemerintah dan etika masyarakat. 

"Hikmah yang bisa kita peroleh atas kasus itu adalah hendaknya para pedagang makanan dapat taat aturan dan menghormati nilai norma."Shaum merupakan hakikat menahan diri, terutama dari provokasi setan. Ramadhan sebagai bulan penuh berkah maka beribadah dan saling menghormati satu sama lain,” pesannya. (als) 


Diberdayakan oleh Blogger.