Header Ads

Warga Minta Pemkab Bogor Jangan Umbar Janji


WARGA MINTA PEMKAB BOGOR STOP JANJI PALSU, PETISI JALAN TERUS 
Persoalan Petisi warga Vilanusa 1 dan 2 Desa Bojongkulur sudah sampai ke Pemerintah Pusat melelui Kementerian Pekerjaan Umum terkait minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengatasi fenomena banjir tahunan akibat luapan Sungai Cileungsi. 

Tokoh warga RW 23, Denny menyampaikan amanat warga bahwa Petisi Warga Vilanusa untuk pindah administratif adalah mutlak hak warga negara demi kelangsungan hidup menjadi lebih baik. "Jadi, Pemerintah maupun DPRD Kabupaten Bogor jangan umbar janji lagi," tegasnya, Rabu (01/06). 

Gerakan warga ini, lanjut Denny, bukan hanya untuk sesaat akan tetapi untuk selamanya Petisi ini akan terus diperjuangkan oleh seluruh warga. "Saat ini Pemkab Bogor mulai bergerak seakan memberi perhatian kepada kami, tapi jujur saja itu karena ada tekanan dari warga, DPR dan Pemerintah Pusat, bahkan Presiden sudah menyatakan melalui media televisi bahwa kepala daerah harus turun langsung. 

"Warga sudah memutuskan yang terbaik bukan karena emosional bertahun-tahun diderabencana banjir, tapi disisi lain secara geografis dan administrasi pelayan Pemkab Bogor terlalu jauh sehingga disini minim program-program pembangunan umumnya," katanya. 

Sebelumnya, Kepala Desa Bojongkulur Firman Riansyah menangkap aspirasi warganya yang butuh perhatian, keseriusan dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat khususnya yang berada di ujung perbatasan seperti wilayah Desa Bojongkulur. 

Disinggung mengenai keputusan sebagian besar warga yang tidak akan mencabut Petisi tersebut, dirinya mengatakan hal Itu merupakan hak menyampaikan pendapat. "Tidak ada alasan warga untuk tidak mencabut petisi jika ada tanggapan positif dari Pemkab Bogor dan segera merealisasikan apa yang diinginkan warga tersebut," jelasnya melalui pesan singkat. (als) 


Diberdayakan oleh Blogger.