Header Ads

Ramadhan Disambut Harga Sembako Naik


WARGA BOGOR TAGIH JANJI JOKOWI KENDALIKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK. 
Ramadhan 1437 Hijriyah, Pemerintah Republik Indonesia fokus pada komoditas ketersediaan dan harga daging sapi dan daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, dan gula yang kerap memicu inflasi.

Kendati demikian, sejak awal bulan suci Ramadhan tahun ini ternyata harga sembilan bahan pokok (sembako) tak kunjung menurun membuat para ibu rumah tangga merasa resah, khususnya di Kabupaten Bogor. 

Langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor yang telah bersusah payah melakukan operasi pasar sepekan menjelang bulan suci tahun ini pun tak membuahkan hasil menggembirakan. 


"Kata pak Jokowi di televisi katanya harga sembako mau dikendalikan sebelum bulan puasa, buktinya malah harga naik. Tiap tahun begini kita jadi resah, apalagi gaji suami tak mencukupi," keluh Nurlailla (23) warga Desa Pasirlaja saat belanja di Pasar Ciluar Bogor, Selasa (6/6) 

Pedagang sembako Pasar Ciluar, Jajang (42) mengungkapkan saat ini harga Bawang Putih merangkak naik hingga mencapai Rp35 Ribu per kilogram, harga Bawang Merah sudah dipatok seharga Rp32 Ribu per kilogram. "Harga Cabai Keriting senilai Rp28 Ribu per kilogram, Cabai Merah Rp28 Ribu per kilogram, dan Cabai Hijau Rp20 Ribu per kilogram," katanya. 

Tak hanya itu, harga Telur Ayam yang semula seharga Rp20 Ribu per kilogram kini sudah dipatok seharga Rp24 Ribu per kilogram. "Kalau harga Tomat Gondol masih Rp8 Ribu per kilogram. Sedangkan harga Minyak Curah Rp12 Ribu, dan Gula Pasir Rp16 Ribu per kilogram," urai Jaja. (dwitama) 


Diberdayakan oleh Blogger.