Header Ads

Kaum Ibu Protes Petasan Masih Dijual Bebas


KAUM IBU RESAHKAN PENJUAL PETASAN SEMAKIN MERAJALELA 
Tanggung jawab orang tua demi keselamatan anaknya buka isapan jempol belaka, sebab tak satu pun di antaranya membiarkan maut mengancam si buah hati. 

Keberadaan penjual petasan dan kembang api yang sudah meluas di permukiman warga pun menjadi keresahan bagi para orangtua, khususnya kaum ibu. Pasalnya, selain dijual dengan harga murah juga dapat mengundang bahaya atas akibatnya. 

"Hampir tiap jalan banyak yang jual petasan dan kembang api, kenapa dibiarkan ya, bukankah sudah dilarang Pemerintah. Apalagi di sekitar Pasar Ciluar banyak yang jualan di pinggir jalan," keluh Ny. Asih warga Desa Cijujung Kecamatan Sukaraja Bogor, Kamis (16/6) 

Dirinya mengaku kaget saat melihat anaknya yang baru duduk di bangku sekolah dasar kelas 2 ini membeli korek api dan petasan renteng (petasan berukuran kecil yang dapat menimbulkan suara ledakan cukup keras). "Anak saya minta uang jajan Rp3000 tapi malah beli petasan dan korek api bersama temannya," ungkapnya. 

Terpisah, Deni seorang pedagang Petasan yang mangkal tak jauh dari Pasar Ciluar mengaku sudah menggelar dagangan sejak jelang bulan suci Ramadhan ini. "Untungnya lumayan pak, petasan renceng kita jual eceran 10 butir seharga Rp2000 yang beli anak-anak, kalau orang tua paling beli kembang api," katanya polos. (als) 


Diberdayakan oleh Blogger.