header_ads

Linguaphone.id

Hindari Anak Bermain Petasan




ENGKONG UNTUNG GEDE, ANAK-ANAK KETAGIHAN PETASAN 
Libur sekolah dasar yang bersamaan dengan bulan suci Ramadhan 137 Hijriyah dimanfaatkan anak - anak untuk bermain. Diantaranya tidak sedikit yang bermain petasan dan kembang api. 

Pemandangan tak lazim, anak - anak di permukiman Desa Pasirlaja Kecamatan Sukaraja mulai ketagihan bermain petasan renceng yang dibeli dengan harga murah, bahkan setiap anak memegang korek api masing - masing. 

Harga petasan yang terjangkau anak - anak ini, yakni dengan Rp1 Ribu, mereka mendapatkan sebanyak 10 petasan renceng yang berukuran kecil, namun suara petasan mungil ini cukup keras terdengar. 

"Saya beli di Engkong Bugenvile III, kalau 10 renceng cuma seribu rupiah, murah om. Kalau petasan janwe satu harganya lima ribu rupiah," kata David (9) saat bermain petasan bersama rekannya, Ahad (12/6) 

Saat ditanya, Engkong (72) mengaku sudah menggelar dagangan didepan rumahnya Jalan Bougenville III Desa Pasirlaja yang padat penduduk, sejak sepekan jelang Ramadhan 1437 Hijriyah. 

"Saya beli di Pasar Ciluer, saya jual ke anak-anak disini biasanya beli petasan renceng, kalau anak perempuan biasanya beli kembang api. Sehari bisa terkumpul uang Rp150 Ribu sampai Rp200 Ribu, lumayan buat lebaran," katanya. 

Pantauan dilokasi, belasan anak tengah bermain petasan renceng dan setiap anak memegang korek api masing-masing tak jauh dari penjual petasan dan kembang api milik Engkong yang laris manis. (als) 





Diberdayakan oleh Blogger.