header_ads

Waspada Buku Nikah Aspal

Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, diduga telah melakukan kongkalikong dengan oknum pemerintahan desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, untuk memalsukan data pernikahan antara warga lokal dengan asing.

Dugaan pelanggaran hukum secara bersama-sama itu, terkuak setelah kedua pasangan bernama Siti Mariam, warga Desa Batu Layang dengan Allaam S Sarsour, kewarganegaraan Palestina yang melangsungkan pernikahan pada tanggal 26 Februari 2016. Anehnya, untuk menjadi pasangan suami istri yang sah itu, pembuatan surat numpang akad (NA) dikeluarkan di Desa Jogjogan, dengan status wanita masih gadis.

Padahal, dari identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), Siti Mariam berstatus sudah menikah dengan Mukhlis dan memiliki seorang putra bernama Ramdan usia 7 tahun yang diperkuat dengan surat Kartu Keluarga (KK).

Dari keterangan Sekretaris Desa Jogjogan, Jejen, surat NA maupun stempel basah yang menjadi salah satu persyaratan kedua pasangan itu, benar adanya. Karena, baik kop surat NA dan cap basah Pemerintah Desa Jogjogan, semuanya sama.

“Waduh, saya akan laporkan masalah ini ke kepala desa. Saya rasa ini ada yang mengambil surat NA dan stempel desa di ruangan, selama ini saya belum pernah mengeluarkan surat NA apalagi stempel,” ujarnya dengan wajah kaget ketika melihat surat NA berikut stempel yang digunakan sebagai persyaratan nikah warga lokal dan asing tersebut di kantor desa. (bogorpos/red)

Diberdayakan oleh Blogger.